Dibaca
46
kali
Jokowi Gelar Sidang Kabinet Paripurna Terakhir di IKN (aset: OIKN)

Gelar Sidang Kabinet Paripurna Terakhir di IKN, Jokowi Minta Maaf

Penulis : Redaksi
13 September 2024
Font +
Font -

IKN — Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menggelar Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Ruang Sidang Kabinet, Istana Garuda, Ibu Kota Nusantara (IKN), pada Jumat (13/9/2024. Sidang ini merupakan yang terakhir bagi Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.

Jokowi mengatakan masa tugas Kabinet Indonesia Maju akan berakhir pada 20 Oktober mendatang, seiring pergantian pemerintahan kepada Presiden terpilih Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto.

Baca Juga: Ibu Kota Nusantara atau IKN. (dok: humas Otorita IKN)Infrastruktur Eksekutif IKN Ditarget Selesai Tahun Ini, Namun Prabowo akan Berkantor Jelang Pilpres 2029

Dalam kesempatan itu, ia meminta seluruh jajaran kabinet segera menuntaskan program-program yang belum terselesaikan.

Baca Juga: Sultan Paser ke-18 Sultan Andrian usai menandatangani kerjasama kesepakatan investasi di IKN di bidang infrastruktur, konstruksi hingga pembiayaan dengan para perwakilan dari delegasi 7 negara sahabat. (Aset: hilman/katakaltim.com)Sultan Paser Andrian Sulaiman Ajak 7 Negara Sahabat Berinvestasi di IKN

"Segera tuntaskan di bulan terakhir ini program kerja utama yang sudah dimulai, baik yang berkaitan dengan serapan, yang berkaitan dengan administrasi pertanggungjawaban serta kendala-kendala yang belum terselesaikan," ucapnya.

Jokowi juga ingin memastikan transisi pemerintahan berjalan lancar. Ia mengingatkan pentingnya dukungan penuh terhadap pemerintahan baru agar program-program unggulannya bisa segera dijalankan.

"Pastikan transisi pemerintahan berjalan efektif, jika diperlukan regulasi baru, jika diperlukan perumusan-perumusan kebijakan yang harus segera dibuatkan, segera dibuat dan segera diselesaikan," ucapnya.

Selain itu, Jokowi mengingatkan kabinet tetap menjaga stabilitas dan situasi kondusif di tengah masyarakat. Hal tersebut penting dilakukan untuk menjaga daya beli, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi.

"Pastikan jangan sampai ada riak-riak gejolak sampai pemerintahan berikutnya terbentuk," ujar Presiden.

Di akhir pengantarnya, Jokowi tak lupa menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran kabinet. Ia mohon maaf atas segala kekurangan selama masa kepemimpinannya.

"Saya juga ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya jika dalam 10 tahun ini ada hal-hal yang dirasa kurang berkenan dalam berinteraksi dan ada hal-hal yang kurang maksimal," tuturnya. (*)

Font +
Font -
# ePaper
Lebih Banyak >