Dibaca
17
kali
Mahyudin usai menggelar dialog (aset: katakaltim.com)

Mahyudin: Kita Punya KPC, Tapi Belum Kita Lihat Hasilnya

10 June 2024
Font +
Font -

Kutim — Wakil Ketua II DPD RI, Mahyudin, menggelar ruang dialog dan tanya jawab dengan tema "Kaltim Keren" di Sangatta, Minggu (9/6/2024).

Kepada awak media, Mahyudin mengungkapkan Kutim merupakan salah satu penerima APBD sebesar 9,1 triliun rupiah yang bisa digunakan mensejahterakan rakyat.

"Memang harus lebih fokus pada masyarakat. Mungkin kemarin fokus pada politik, ya. Jadi sekarang sudah lewat dan waktunya menata Kutim lebih baik lagi," ucap Mahyudin.

Baca Juga: Breaking News: Gedung Workshop KPC Dilalap Si Jago Merah

Ia menambahkan, Kota Bontang bisa jadi contoh dalam mensejahterakan rakyatnya melalui Corporate Social Responsibility (CSR) yang mampu mengembangkan UMKM di daerah tersebut.

Baca Juga: Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kutai Timur (Kutim) jemput bola kegiatan stop stunting di lokus risiko stunting signifikan, Kecamatan Sangatta Selatan, Jumat 7 Februari 2025 (dok: ai/katakaltim)Sangatta Selatan Lokus Risiko Stunting Signifikan, Camat Sangsel Harap Program Bupati 1000 Rumah Belanjut 

"Kita punya tambang KPC yang CSR-nya sudah bisa mendukung, tapi belum kita lihat hasilnya sampai hari ini. Ini harus dipikirkan bagaimana caranya uang kita itu bisa dikembalikan pada rakyat,” ucapnya.

“Seharusnya itu kita manfaatkan untuk membangun ekonomi mereka agar mereka bisa sejahtera di masa yang akan datang. Itu akan lebih efektif," sambung Mahyudin.

Lebih lanjut, ia mengatakan aktivitas pertambangan tidak dapat berlangsung selamanya. Menurutnya, pemanfaatan sumber daya alam (SDA) yang dapat diperbarui merupakan investasi berharga bagi keberlanjutan jangka panjang.

"Misalnya kelapa sawit, lebih baik kita budidayakan sendiri dan jangan membeli dari luar Provinsi Kaltim. Ini adalah contoh untuk meningkatkan perekonomian daerah,” katanya.

“Jika ada warga yang membudidayakan dan hasilnya dilirik oleh provinsi lain, itu akan sangat menguntungkan bagi mereka," tukasnya. (*)

Font +
Font -
# ePaper
Lebih Banyak >