BONTANG —Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Samarinda bekerjasama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang menggelar Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Tematik dalam upaya Konvergensi penurunan Stunting, Kamis (12/9/2024).
Kegiatan itu menghadirkan puluhan kader Posyandu Kota Bontang dan melibatkan kader pramuka. Agenda dilaksanakan di Kantor Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, Kota Bontang.
Pengawas Farmasi dan Makanan (PFM) Ahli Muda BBPOM Samarinda, Diah Agustiani, mengatakan kegiatan ini dilakukan agar masyarakat bisa menjadi konsumen yang cerdas dalam memilih pangan yang aman.
Para peserta diajarkan bagaimana memilih produk pangan olahan yang aman untuk dikonsumsi. Caranya dengan melakukan Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa).
“Upaya yang kita lakukan adalah menghimbau masyarakat untuk bisa menjadi konsumen cerdas dengan menerapkan Cek KLIK. Supaya masyarakat dapat memilih produk yang aman untuk dikonsumsi,” ucapnya saat ditemui usai kegiatan.
Lebih lanjut Diah mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu upaya menurunkan angka stunting di Kaltim. Khususnya di Kota Bontang yang saat ini memiliki angka stunting yang tinggi di provinsi Kaltim.
Untuk itu dia mengharapkan agar para kader dapat menjadi perpanjangan tangan BPOM untuk sama-sama mengedukasi masyarakat akan pentingnya mengonsumsi makanan yang aman dan bergizi.
“Harapan kami tentunya para kader bisa menjadi perpanjangan tangan kami dari BPOM untuk menyebarkan informasi, khususnya terkait keamanan pangan dalam rangka menurunkan angka stunting,” terangnya.
Sementara PFM Ahli Madya BBPOM Samarinda, Abdul Haris Rauf, meyakinkan masih ada produk pangan olahan yang belum memiliki izin edar dan beredar di masyarakat.
“Kita ada pengawasan rutin baik ke sarana produksi dan sarana distribusi. Di situ kita bisa melihat apakah ada produk yang tidak sesuai ketentuan salah satunya tidak memiliki izin edar," terangnya.
Dia menerangkan khususnya untuk industri rumah tangga pangan, masih ada yang menjual produknya sebelum mereka mendaftarkan izin edarnya.
“Misalnya ada pelaku usaha belum mendaftarkan produknya, tapi dia sudah menjual. Terutama industri rumah tangga,” jelasnya.
Lebih lanjut Abdul Haris menyampaikan BPOM memiliki aplikasi bernama BPOM Mobile. Pada aplikasi tersebut terdapat fitur Scan Barcode. Ini merupakan aplikasi untuk memudahkan masyarakat dalam memastikan keamanan obat dan makanan.
“Kita punya aplikasi BPOM Mobile. Di situ sudah ada fitur scan barcode. Nanti kita tinggal arahkan ke barcode yang ada di kemasan produk. Setelah discan, jika memang valid izin edarnya, nanti muncul data pencariannya,” terangnya.
Diketahui, kegiatan dalam rangka penurunan stunting juga dilakukan BBPOM Samarinda di kabupaten/kota lain di Kalimantan Timur. (*)