Dibaca
139
kali
Ketua DPD II Partai Golkar Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam (dok: katakaltim)

Bila Survey Tertinggi Mengarah ke Andi Faiz, Masihkah Mengusung Neni di Pilwalkot Bontang?

Penulis : Caca
 | Editor : Agu
16 April 2024
Font +
Font -

Bontang -- Ketua DPD II Golkar Kota Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam tanggapi penugasan yang beberapa waktu lalu dikeluarkan oleh DPP Partai Golkar di Jakarta.

Diketahui, dalam penugasan itu menunjuk Neni Moerniaeni (Neni), Andi Faizal Sofyan Hasdam (Andi Faiz) dan Shemmy Permata Sari (Shemmy) sebagai bakal calon (bacalon) Wali Kota Bontang 2024.

Terkait itu, Andi Faiz menegaskan dirinya tidak ingin berandai-andai soal potensi besarnya maju di Pilwalkot Kota Bontang. Menurutnya, survey lah yang membuktikan.

Baca Juga: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang melakukan rapat paripurna (rapur) ke-18, masa sidang I tahun 2024, terkait mengesahkan peraturan daerah (Perda), di Gedung Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, Jalan Awang Long, Bontang Utara, Kota Bontang, Sabtu (30/11/2024). (aset: yub/katakaltim.com)APBD Kota Bontang 2025 Diketok dalam Rapat Paripurna, Andi Faiz Harap Lahirkan Kesejahteraan

"Kalau itu kan kita lihat nanti lah, saya kan enggak mau berandai-andai bilang saya mau maju atau apa ya, kita lihat nanti hasil survey," jelas Andi Faiz usai buka Penjaringan Bacalon Wakil Wali Kota Bontang, Selasa (16/4).

Baca Juga: Ilustrasi Syafruddin dan Basri Rase (aset: kolase/katakaltim)Potensi Lewat Jalur PKB, Syafruddin Sebut Pilkada Masih Dinamis, Basri Bilang Begini

Ditanyai jika hasil survey Andi Faiz nantinya melampaui Neni, apakah pihaknya tidak lagi mengusung Neni sebagai calon Wali Kota Bontang?

Andi Faiz justru menimpali, mengatakan bahwa seluruh kader Golkar Bontang arus bawah berkuat tekad mendorong Neni. Dan sekali lagi menegaskan hal itu ditentukan oleh survey internal partainya.

"Kalau suara arus bawah dari seluruh pengurus Partai Golkar itu kan mintanya bunda," ungkapnya.

"Kemudian, yahh nantilah hasil survei yang menentukan. Kalau misalnya hasil survey nanti seperti itu, baru kita bicara lagi," jelas Andi Faiz. (*)

Font +
Font -
# ePaper
Lebih Banyak >