Seminar Online Peduli Stunting (foto:ayb/katakaltim)

Giat Seminar Peduli Stunting, Kadis Kesehatan Bontang Target Angka Stuting Turun 14 Persen di 2024

Penulis : Ayub
21 February 2024
Font +
Font -

BONTANG -- Dinas Kesehatan Kota Bontang terus melakukan upaya untuk menurunkan angka stunting di Bontang.

Melalui kerjasama dengan, Kodim Bontang dan PT Wijaya Karya, Dinkes Bontang menggelar seminar peduli stunting di Lamin Kodim Bontang, Rabu (21/2/2024).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati mengatakan, untuk mencegah stunting semua pihak harus dilibatkan. Tujuannya, agar seluruh lapisan masyarakat faham terkait cara pencegahan stunting.

Baca Juga: Kepala Disdamkartan Bontang AlimuddinKecolongan Lagi, Usai Tes Urine Pegawai Disdamkartan Bontang Positif Sabu

“Stunting ini program lintas sektor termasuk di dalamnya ada pemerintah dan swasta, bersama-sama mencegah stunting ini,” katanya.

Baca Juga: Ilustrasi nyamuk Demam Berdarah Dengue (Foto: ist)Remaja 13 Tahun di Bontang Meninggal Akibat DBD, Dinas Kesehatan Beberkan Ada 41 Kasus

Toetoek menjelaskan, hasil operasi timbang di tahun 2023 angka stunting 19,6 persen. Dia pun menargetkan pada September 2024 mendatang angka stunting turun jadi 14 persen.

“Semoga para ibu posinyandu dapat ditindaklanjuti bahwa ini penting. Perlu kita ketahui ibu kenapa angka stunting selalu tinggi dan itu bukan di picu hanya orang miskin saja tapi orang kaya juga,” jelasnya.

Dia jelaskan, stunting tak hanya disebabkan karena ekonomi, sebab banyak yang memiliki standar ekonomi diatas rata-rata juga mengalami stunting. Dia contohkan, Bontang yang termasuk kota dengan taraf standar ekonomi menengah ke atas.

“Jadi harapannya kita sama mencegah ini,” ujarnya.

Sementara, Komandan Kodim 0908 Bontang Letkol Inf Aryo Bagus Daryanto mengapresiasi kegiatan seminar yang diperkasai oleh PT Wijaya Karya (Wika).

“Kegiatan ini sangat penting bagi kita semua terkhususnya para ibu-ibu posyandu, PPK untuk menjaga kenyamanan anak dalam hal ini mencegah stunting,” tutupnya.

Seminar itu turut dihadiri oleh kader posyandu, PPK, Germas, kodim 0909, Dinkes, PT Wijaya Karya (Wika) dan sejumlah masyatakat. (*).

Font +
Font -