Dibaca
180
kali
Legislator Kota Bontang Muhammad Sahib (aset: agu/katakaltim)

Muhammad Sahib Soroti Pemerintah Jangan Hanya Janji dan Wacana Bangun Folder Warga Sudah Bosan

Penulis : Agu
21 October 2024
Font +
Font -

BONTANG — Wakil Rakyat Kota Bontang Muhammad Sahib soroti pemerintah menyangkut penanggulangan banjir yang selama ini menjadi momok bagi warga Bontang, Senin (21/10/2024).

Kata Ibe—begitu panggilannya—pemerintah jangan hanya mengumbar-umbar wacana terus, ini masalah serius. Jangan sampai pemerintah berjanji, tapi tidak ada eksekusi.

Pun demikian, Ibe menerangkan memang sebagian telah diatasi. Seperti wilayah Jalan Ahmad Yani. Tapi masih saja kelihatan banjir, walaupun tidak separah dulu.

Baca Juga: Wali Kota Bontang Lakukan Sidak di Lokasi Rawan Banjir Kelurahan Guntung, Bontang Utara (aset: agu/katakaltim)Wali Kota Bontang Lakukan Sidak di Lokasi Rawan Banjir Kelurahan Guntung, Bontang Utara

“Memang sudah ada perubahan masalah banjir tetapi untuk X-Toys, di belakanganya kan tidak. Maka pemerintah harus cepat. Jangan hanya di depan X-Toys yang tidak banjir,” ucapnya saat ditemui usai rapat dengan PUPR di Bontang Lestari.

Baca Juga: Legislator Bontang Bakhtiar Wakkang (aset: katakaltim)Kelola Anggaran Ratusan Juta, Tampak Pekerjaan Hanya Turunkan Baliho

Ditambahkan Ibe, pemerintah tidak boleh menutup mata dengan adanya dampak banjir yang dirasakan warga. Untuk itu pembangunan folder harus segera dilakukan.

Folder yang dimaksud ada di tiga lokasi antara lain Telihan, Tanjung Laut, dan Bontang Kuala, yang menurutnya selama ini, bahkan sudah bertahun-tahun telah diusulkan tapi tak kunjung diwujudkan.

“Maka saya minta segera dibangun folder. Folder di BK dibangun, yang di belakang kantor pajak, di Telihan juga. Ini jangan hanya wacana-wacana, harus segera dibereskan,” tegasnya.

Lebih lanjut politisi NasDem itu menilai bahwa tidak ada alasan Pemkot tak membangun polder di ketiga titik ini. Sebab pembangunan ini menjadi keharusan untuk penanggulangan banjir, terlebih saat ini anggaran melimpah.

“Setiap tahun ini (janji pembangunan folder—red) selalu ada. Jangan hanya dijanji-janji. Saya minta sebagai warga dan dewan agar segera dibangun itu folder. Uang banyak kok,” tandas dia.

Lebih jauh anggota Komisi C itu mengatakan jika anggaran sudah ada, namun pembangunan malah tidak maksimal, apalagi hanya sekadar diwacanakan, berarti ada masalah dalam niat pemerintah.

Menurutnya, jika niat tidak utuh dalam meningkatkan kesejahteraan, maka sulit juga membangun suatu daerah.

“Ini sejauh mana kemauannya pemerintah. Kalau separuh-separuh ya begitu jadinya. Kita hanya mendengar wacana rencana wacana rencana, bosan kan,” tukasnya. (Adv)

Font +
Font -
# ePaper
Lebih Banyak >