SAMARINDA — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalimantan Timur (Kaltim) sukses mewadahi para generasi muda Bumi Etam dalam gelaran Pekan Bhinneka Sakti tahun 2024.
Kegiatan yang resmi dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim Sri Wahyuni ini digelar di Teras Samarinda, Sabtu (02/11/2024) malam, dan diikuti ratusan peserra.
Dalam Sambutannya, Sekda Sri mengatakan kini saatnya generasi muda ikut serta tak hanya tahu politik namun bisa sadar dan berperan aktif di dalamnya.
Baca Juga: Polres Bontang Tangkap Pengedar Narkoba, Amankan 3 Pelaku
“Inilah saatnya anak muda Kaltim tidak hanya akrab dengan gadget dan media sosial, namun tidak bisa aktif ketika berbicara politik,” ucapnya.
Dengan aktifnya peran pemuda Kaltim dalam agenda ini, bisa menjadi jembatan antara mereka dengan pemerintah. Agar tercipta harmoni dan kolaborasi yang baik untuk daerah.
Upaya ini juga merupakan bagian dari langkah menuju Indonesia Emas 2045, dengan Kaltim yang tak hanya berkomitmen dalam kualitas SDM/nya namun secara nyata melibatkan mereka dalam langkah pemerintah membangun daerah.
Sekda juga mengingatkan kepada anak muda Kaltim terutama dalam momentum Pilkada 2024 ini agar dapat menjadi agen masyarakat dalam membantu menyaring informasi yang beredar di media.
“Harus pandai bijak dan jeli. Jangan asal membagikan berita atau informasi tanpa mengetahui secara jelas sumber informasi berasal, apakah hoaks atau tidak,” tutupnya.
Kegiatan Pekan Bhinneka Sakti dibuka di Samarinda, yang menjadi kota pertama dari rangkaian acara ini.
Setelah pembukaan, berbagai kegiatan edukatif dan kompetisi akan terus berlangsung hingga puncaknya pada 6 November 2024 di Big Mall Samarinda.
Beberapa perlombaan yang dihadirkan di antaranya adalah pemilihan Duta Bhinneka Sakti, lomba debat, lomba pidato, lomba desain grafis, serta lomba pembuatan video konten kreatif.
Dengan adanya Pekan Bhinneka Sakti, diharapkan pula generasi muda Kaltim semakin siap dan antusias berpartisipasi dalam Pilkada, serta memiliki kesadaran lebih tinggi mengenai pentingnya peran mereka menjaga keberlangsungan demokrasi di Indonesia, khususnya Kaltim. (*)