Pemprov Kaltim serahkan puluhan ambulance

Pemprov Kaltim Hibahkan Puluhan Unit Ambulance

Penulis : Agu
3 January 2024
Font +
Font -

KATAKATLIM.COM -- 52 unit ambulans jenis Expanders diserahkan Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik kepada lembaga/yayasan dan organisasi kemasyarakatan di Provinsi Kaltim dilaksanakan di Halaman Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada Samarinda, Rabu (3/1/2024).

Bantuan ambulans merupakan Hibah Pemprov Kaltim Tahun Anggaran 2023 aspirasi dari DPRD Provinsi Kaltim melalui Anggaran Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim.

"Melalui bantuan ini, kita bersama-sama memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih untuk DPRD Kaltim. Ini adalah usulan dari teman-teman DPRD. Karena itu, siapa saja yang menerima, bersyukur dan harus berterima kasih punya anggota DPRD yang sangat aspiratif dan luar biasa," kata Akmal Malik.

Baca Juga: Pj Gubernur Akmal Malik saat kunjungi anak yatimBiasanya Open House, Akmal Malik Justru Kunjungi Anak Yatim di Hari Pertama Lebaran

Hibah ini menurut Akmal menandakan DPRD sangat bertanggung jawab terhadap masyarakat. Terlebih Kaltim itu sangat luas. Maka, DPRD selalu berupaya memastikan pelayanan publik dan kebutuhan riil masyarakat terpenuhi.

Perlu menjadi perhatian DPRD, bahwa masih ada transportasi moda yang juga lebih cepat tanpa macet. Yakni, transportasi ambulans sungai atau laut. "Ke depan kita bisa memikirkan transportasi ambulans di sungai maupun laut," pesannya

Kehadiran ambulans, lanjutnya dapat mengurangi risiko warga yang mengalami kondisi kritis. "Sebab, alat transportasinya sudah tersedia dengan baik," tegasnya.

Terpenting lagi, para penerima untuk dapat mengelolanya, sehingga kendaraan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

"Bagaimana penggunaannya, peminjamannya, bahan bakar minyaknya hingga bayar pajaknya juga harus dipikirkan," pesannya.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim dr H Jaya Mualimin menjelaskan ambulans yang diserahkan berupa hibah Pemprov Kaltim melalui anggaran Dinas Kesehatan tahun 2023 sebanyak 52 unit untuk transportasi kesehatan dan jenazah.

"Total 69 unit. Tapi masih ada lembaga yang belum melengkapi persyaratan. Maka, 17 unit yang belum diserahkan," jelasnya. (*)

Font +
Font -