Ketua DPD NasDem Kutim Arfan berkomentar terkait niatnya maju di Pilkada Kutim (aset: katakaltim)

Pilkada Kutim, Arfan: Kalau Tak Dipilih PKS Saya Bisa Berjuang di Provinsi

Penulis : Redaksi
27 May 2024
Font +
Font -

Kutim — Politisi NasDem Arfan saat ini digadang-gadang jadi salah satu figur yang bakal maju di Pilkada Kutim.

Ketua DPD NasDem Kutim itu mengaku dinilai sangat dekat dengan masyarakat. Ia sosok pekerja keras dan memang lahir dari lingkungan para buruh.

“Nah sejujurnya saya bukan politisi. Kita ini tipe pekerja. Cuma mungkin nasib atau garis tangan mengantarkan saya menjadi politisi,” ucap Arfan saat ditemui, Sabtu 25 Mei 2024.

Baca Juga: Ketua DPD Demokrat Kaltim Irwan Fecho dan Ketua DPD NasDem Kutim, Arfan (aset: katakaltim)Sambangi Irwan Fecho, Arfan Mengaku NasDem dan Demokrat Kutim Bakal Koalisi

“Saya memang dari tahun 1991 injakkan kaki di Kutim ini lahir dari kalangan buruh. Pekerja keras. ‘Pekerja kasar’. Saya bersyukur, sehingga saya harus implementasikan,” sambungnya.

Baca Juga: Ketua DPD Demokrat Kaltim Irwan Fecho dan Ketua DPD NasDem Kutim, Arfan (aset: katakaltim)Sambangi Irwan Fecho, Arfan Mengaku NasDem dan Demokrat Kutim Bakal Koalisi

Terpilihnya ia sebagai wakil rakyat Kutim dua periode, terlebih Arfan tak lama lagi dilantik jadi legislator Bumi Etam, menunjukkan keyakinan bahwa ia pantas maju di Pilkada.

Bahkan, berkat perjalanannya sebagai “rakyat kecil” hingga menempuh jalur-jalur politik, mejadikan ia didorong oleh sebagian tokoh masyarakat Kutim agar bertarung di gelanggang Pilkada November nanti.

“Alhamdulillah saya sudah 2 periode menjadi anggota DPR. Alhamdulillah terpilih juga (sebagai DPRD) provinsi. Adanya Pilkada ini membuat ada beberapa tokoh masyarakat, teman-teman untuk mendorong tahun ini bisa jadi calon wakil bupati,” terangnya.

Sebagai figur yang tak lahir dari kalangan elit, dan menjadi corong masyarakat bawah, Arfan mengaku tidak menyiapkan strategi khusus untuk mempertahankan dukungan masyarakat.

Karena menurut dia, seorang pemimpin tidak melulu membicarakan strategi, tetapi selalu ingin berbuat untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan uluran tangan.

“Pada dasarnya strategi itu tidak ada, hanya saja bagaimana mau berbuat. Karena seorang pemimpin itu harus berbuat dan melihat ‘kelas paling bawah’. Nah itu kan saya sudah pernah rasakan selama kurang lebih 35 tahun di Bengalon ini,” tuturnya.

“Sehingga inilah yang memotivasi saya, mendorong saya. Mudah-mudahan saya diberi kesempatan untuk menjadi Wakil Bupati sehingga mungkin betul-betul lebih banyak membuat program yang benar-benar menyentuh kepada masyarakat bawah,” harap Arfan.

Terkait figur yang diandalkannya menjadi kosong satu Kutim nantinya, Arfan menyebut berasal dari PKS, yang diketahui adalah sosok petahana Ardiansyah Sulaiman.

Ia mengaku komunikasi dirinya dengan politisi PKS sangat baik. Karena itu ia sempat mendeklarasikan dirinya tak bakal maju tanpa digandeng Ardiansyah Sulaiman.

“Sebelum ini kan saya sudah bangun komunikasi hampir satu tahun lebih dengan PKS. Sehingga saya melihat sosok beliau (Ardiansyah) itu luar biasa. Itulah sebabnya beberapa Minggu yang lalu saya buat pernyataan bahwa saya tidak maju tanpa berdampingan dengan pak Ardiansyah,” tegasnya.

Disinggung lagi soal munculnya figur lain seperti Ketua DPD 2 Golkar Kutim Kasmidi Bulang, dan Ketua DPD Demokrat Kaltim Irwan Fecho, yang bakal maju jadi kosong satu Kutim, Arfan mengaku tetap istiqomah kepada PKS.

“Kami bangun kemistri (dengan PKS) ini kan kurang lebih sudah setahun. Meski ada tokoh lain, yaa sesuai dengan pernyataan saya bahwa saya tetap istiqomah dengan pak Ardiansyah,” ucapnya.

“Kalau pun beliau memilih NasDem insyaallah kita akan bersama-sama. Kalau tidak bersama NasDem, atau tidak memilih saya, no problem. Karena alhamdulillah saya 2024 ini terpilih ke provinsi. Jadi pasti bisa maksimalkan 5 tahun ke depan untuk bagaimana menjalankan amanah yang sudah diberikan,” sambung Arfan.

Lebih jauh menyangkut program yang telah dikonsepkan ketika Arfan nantinya terpilih, ia lugas menyebut bahwa pemerintah Kutim saat ini telah melahirkan banyak program yang baik untuk kesejahteraan.

“Sebenarnya program pemerintah ini sudah bagus, tinggal bagaimana kemauan mengimplementasikan program-program yang ada. Yaa saya kira dari pemimpin itu semua program bagus, hanya saja mau nggak melaksanakannya. Mau enggak melihat ke bawah. Mau enggak menjalankan amanah ini dengan baik,” ucapnya.

“Kalau saya yang jelasnya berjalan aja. Kita mendengar masyarakat. Karena memang program itu berdasar daripada masyarakat,” tukas Arfan. (*)

Font +
Font -