Ilustrasi Basri Rase, Chusnul Dihin, dan Najirah (aset: kolase/katakaltim)

Simpul “Rasa Keluarga” Terbuka, Najirah Lebih Milih PDIP Ketimbang Jalur Independen

Penulis : Agu
11 May 2024
Font +
Font -

Bontang  — Jalur independen bakal ditempuh Basri Rase untuk kontestasi Pilkada Bontang November mendatang.

Terbukti dirinya bakal datang ke KPU siang ini menyampaikan syarat dukungan jalur independen atau perseorangan.

”Pak Basri hari ini ke KPU menyampaikan dokumen dukungan syarat perseorangan,” ucap Ketua KPU Muzarroby Renfly saat dihubungi, Sabtu 11 Mei 2024.

Baca Juga: Ketua PHM Udin Mulyono (dok: katakaltim)Besok Berkas Jalur Independen Basri Rampung, Tim “Sekali Lagi” Siap ke KPU

“Tadinya jam 11, tapi diundur jadi jam 1. Mereka harus clearkan dulu Silon, upload ribuan data,” tambahnya.

Diketahui, skema jalur independen Basri sejak lama dikerjakan oleh salah satu kelompok di Kota Bontang.

Kelompok itu adalah Pusat Hubungan Masyarakat (PHM), yang dikomandoi Udin Mulyono.

Udin mengaku puluhan ribu KTP telah dikumpulkan pihaknya sebagai syarat mendorong Basri.

Kabarnya, PDIP tak mengindahkan skema independen itu dan “menghadang” Basri menggandeng Najirah untuk “Sekali Lagi”.

Walau mereka merasa satu visi, Najirah pun lebih memilih partainya ketimbang Basri. Padahal sebelumnya, Basri menegaskan komitmen dirinya tak bakal menggandeng figur lain.

Waktu itu, ditanyai katakaltim potensi pisahnya ia dengan Najirah, Basri menepis spontan menyebut tak ada kemungkinan itu.

Alasannya, kata Basri, Najirah satu pikiran dengan dirinya. Bahkan dianggapnya orang nomor dua Kota Bontang itu laksana keluarga.

"Enggak ada (kemungkinan). Kita selama ini bekerja sama dengan baik. Kita sudah sepakat. Kita juga sudah seperti saudara dan memiliki visi yang sama," ucapnya pada Kamis 4 April 2024.

Selang beberapa hari, Najirah yang saat itu masih solid menyebut dirinya sebagai pendamping Basri, juga mengaku adanya potensi koalisi dia dengan partai lain.

Bahkan dikatakannya kemungkinan koalisi dengan partai lain termasuk Demokrat dan Gerindra.

“Tentu ada. Yang jelas PKB. Bahkan partai yang lain, kenapa tidak kita koalisi dengan partai-partai yang lain. Demokrat, Gerindra, yang lain juga ya kan,” ucap Najirah saat ditemui Katakaltim pada Senin 22 April lalu.

Saat dihubungi katakaltim terkait pecah kongsinya ia dengan Basri, Najirah sampai saat ini pun tak memberi respons. (*)

Font +
Font -