Kepala BNN Kota Bontang, Lulyana Ramdani (dok: katakaltim)

Target Kota Bersinar Bebas Narkoba, BNN Bontang Gaet Perusahaan hingga Sekolah Bentuk Satgas

Penulis : Caca
 | Editor : Agu
3 April 2024
Font +
Font -

Bontang -- Penyalahgunaan Narkoba bukan lagi barang asing di telinga masyarakat Kaltim. Pasalnya, tidak sedikit kasus penangkapan akibat penyalahgunaan barang haram tersebut.

Menanggapi itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Bontang membeberkan saat ini tengah menyelediki beberapa oknum yang diindikasi bandar narkoba di kota Bontang.

Di samping itu, untuk menekan kasus penyalahgunaan narkoba di Bontang, BNN membentuk satuan tugas (satgas) Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Baca Juga: Ilustrasi Zona Merah penyalahgunaan sabu-sabu di Kota Bontang (aset: kolase/katakaltim.com)2023 di Lok Tuan, Zona Merah Narkoba Diperkirakan Bergeser Tahun Ini

Hal ini disampaikan Kepala BNN Bontang Lulyana Ramdani. Ia menyebut agenda BNN Bontang bekerja sama Pemerintah kota (Pemkot) di 2024 akan membentuk Kota Bersinar yang terbebas dari Narkoba.

Baca Juga: Basri Rase dan Najirah Hadiri Peresmian Gedung Generator Oksigen dan Supervisi Pelayanan Komoterapi RSUD BontangPeresmian Gedung Generator Oksigen dan Supervisi Pelayanan Komoterapi RSUD Taman Husada Bontang

Agenda itu merupakan kolaborasi Pentahelix, yang mengikutsertakan akademisi, pebisnis, komunitas, pemerintah, dan juga media.

Langkah awal yang dilakukan BNN Bontang bekerja sama dengan pemerintah adalah membentuk satgas di setiap kelurahan untuk menciptakan kelurahan bersinar.

"Jadi satgas-satgas ini diambil dari semua lini, dari pemudanya, PKK-nya, Babinsa, dan pemerintah di kelurahan-kelurahan yang ada di Bontang," kata Luly saat ditemui di ruangannya, Rabu (3/4).

"Program BNN itu juga dipercepat dengan adanya tim terpadu P4GN kota Bontang yang diketuai langsung oleh Walikota Basri Rase, yang menjadi ketua hariannya adalah Kesbangpol," sambungnya.

Lebih lanjut, Luly menjelaskan selain membentuk agen pencegahan, pihaknya juga membentuk agen pemulihan yang ada di tiap kelurahan.

"Jadi jangan sampai ada penangkapan dulu, kasian masyarakat. Jadi harus segera kita sortir, kita ambil mereka, kita sehatkan lagi sebelum mereka kecanduan," terangnya.

Disamping itu, Kepala BNN menyebut ke depan bakal ada agenda perusahaan bersinar yang diprakarsai oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker).

"Mereka sementara ini akan mengumpulkan 25 perusahaan dari 800 perusahaan kalau tidak salah, yang akan kita jadikan mereka sebagai perusahaan bersinar," ungkapnya.

"Perusahaan harus turut andil, mereka harus menjaga para karyawannya jangan sampai merugikan perusahaan mereka. Karena kalau udah melakukan penyalahgunaan narkoba kualitas pekerja mereka jadi menurun. Sementara bontang ini kota industri, jadi kita harus jaga sumber daya manusia kita," tegas dia.

Sementara untuk agenda sekolah bersinar, juga sedang digiatkan. Luly membeberkan Kepala Dinas Pendidikan telah mengeluarkan surat edaran agar setiap sekolah membentuk satgas di setiap sekolah. (*)

Font +
Font -