Dibaca
20
kali
Partai Kebangkitan Bangsa (dok:ist)

PKB Bakal Melompat ke Kubu Prabowo..? Ini Keterangan Direktur Pileg

Penulis : Agu
18 February 2024
Font +
Font -

Jakarta -- Pihak Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan belum membicarakan langkah politik ke depan pasca-Pemilu 2024, termasuk apakah akan melompat ke kubu Prabowo Subianto yang unggul dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) berdasarkan hitung cepat atau tidak.

Pernyataan ini disampaikan Direktur Pemilihan Calon Anggota Legislatif (Pileg) PKB Cucun Ahmad saat merespons prediksi pengamat politik yang menyebut PKB bakal bergabung ke koalisi Prabowo.

"Tidak ada pembicaraan atau misalnya bicara dengan partai-partai koalisi kami untuk berbicara bagaimana terkait loncat ataupun misalkan mengambil sikap," ujar Cucun saat ditemui awak media di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Minggu (18/2/2024).

Baca Juga: Politisi PKB Kaltim yang siap maju di Pilkada Bontang, Sutomo Jabir (dok: pribadi)Masuk dalam Bursa Pilkada Bontang, Sutomo Jabir Tunggu Instruksi Partai

Cucun mengatakan, saat ini PKB fokus pada penghitungan atau rekapitulasi hasil Pemilu 14 Februari kemarin.

Baca Juga: Pengamat psikologi sosial, alumni Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Firman Afrianto (dok: sandi/katakaltim)19 Juta Lapangan Kerja Baru: Antara Realisasi Janji dan Dilematis Gen Z

Ketua Fraksi PKB di DPR RI itu juga mengatakan, pihaknya belum menggelar pembicaraan dengan partai koalisi mereka yakni, Nasdem dan PKS terkait sikap politik ke depan. Ketiga partai itu mengusung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar pada Pilpres 2024. Pihaknya berpandangan, saat ini tahapan Pemilu 2024 belum berakhir.

"Sampai sekarang tidak ada pembicaraan terkait," tutur Cucun.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno memprediksi PKB bakal merapat ke Koalisi Indonesia Maju yang mengusung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka jika mereka dinyatakan menang pilpres.

Di sisi lain kubu Prabowo dan Gibran pun mulai memberikan sinyal untuk melobi pihak rivalnya dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Adi menyebut, mazhab atau aliran politik PKB memiliki kecenderungan bergabung dengan koalisi pemerintah.

"Karena memang mazhab politik PKB itu enggak pernah jadi oposisi. Ya mirip-mirip Golkar The Ruling Party (partai penguasa), jadi siapapun yang menang jadi presiden, kecenderungan besar berkoalisi,” katanya, Sabtu (17/2/2024).

Adapun hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei menyatakan bahwa Prabowo-Gibran unggul di urutan pertama. Pasangan Anies-Muhaimin berada di urutan kedua sementara pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD berada di posisi ketiga. (*)

Font +
Font -
# ePaper
Lebih Banyak >