PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi daerah.
Salah satu langkah yang ditekankan ialah memastikan operasi pasar murah menjangkau masyarakat yang tinggal jauh dari pusat ekonomi.
Sekda PPU, Tohar mengatakan, pencegahan karhutla membutuhkan kesadaran dan keterlibatan seluruh pihak, terutama ketika musim kemarau berlangsung lebih panjang.
Masyarakat diimbau tidak membakar lahan untuk membuka perkebunan maupun membersihkan pekarangan.
“Pencegahan harus menjadi perhatian bersama. Kami mengimbau masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena dampaknya bisa meluas dan mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Tohar, Kamis (8/10).
Ia menjelaskan, kondisi karhutla di PPU masih terkendali berkat koordinasi lintas pihak. Namun, kebakaran di sejumlah kawasan, terutama lahan gambut, tetap perlu diwaspadai karena api dapat bertahan selama berhari-hari dan berdampak terhadap lingkungan maupun perekonomian masyarakat.
Selain penanganan karhutla, pemerintah daerah juga menyoroti kerawanan pangan dan upaya pengendalian inflasi.
Tohar meminta perangkat daerah terkait memanfaatkan neraca ketahanan pangan dan peta kerawanan pangan sebagai dasar menentukan kebijakan serta lokasi pelaksanaan operasi pasar.
“Jadikan neraca ketahanan pangan dan peta kerawanan pangan sebagai instrumen kebijakan operasional,” tegas Sekda Tohar.
Menurutnya, pelaksanaan Gerakan Pasar Murah tidak boleh hanya berfokus pada wilayah yang mudah dijangkau.
Masyarakat yang tinggal jauh dari pasar maupun sentra pertanian perlu menjadi prioritas karena harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan kebutuhan pokok.
“Pelaksanaan pasar murah harus berdasarkan data kerawanan pangan. Kita perlu memastikan masyarakat yang tinggal jauh dari pasar juga mendapatkan akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” tegasnya.
Tohar juga mendorong koordinasi dengan Perum Bulog agar penentuan lokasi operasi pasar didasarkan pada data yang akurat.
Dengan demikian, kegiatan tersebut dapat menjangkau kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Di tingkat rumah tangga, masyarakat turut didorong memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam komoditas pangan seperti cabai, tomat, terong, daun bawang, dan seledri.
Selain membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, langkah ini diharapkan dapat menekan pengeluaran rumah tangga.
“Kami mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam cabai, tomat, dan komoditas pangan lainnya. Langkah sederhana ini diharapkan dapat membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga,” katanya.
Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan peluncuran Gerakan Pasar Murah atau operasi pasar Triwulan IV 2026 serta kegiatan Bebukuan 2026.
Hadir dalam kegiatan itu Asisten Administrasi Umum Chairur Roziqin dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hadi Saputro.
Melalui rangkaian upaya tersebut, Pemkab PPU berharap pencegahan karhutla, penguatan ketahanan pangan, dan pengendalian inflasi dapat berjalan beriringan sehingga dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat. (Adv)














