Payload Logo
Abdul Waris Muin

Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin (dok: istimewa)

Karhutla PPU Terus Berulang, Diduga Ada yang Sengaja Membakar, Wabup Minta Usut Tuntas

Penulis: Gung | Editor: Afri
14 Oktober 2026

PENAJAM — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berulang di sejumlah wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU.

Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, meminta dugaan pembakaran lahan secara sengaja ditelusuri agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Waris mengatakan, kebakaran kembali terjadi di sejumlah titik meskipun upaya antisipasi telah dilakukan.

Kemunculan api yang kerap dilaporkan pada malam hari menjadi salah satu kendala dalam mengidentifikasi sumber kebakaran maupun pihak yang bertanggung jawab.

“Ini tiap hari, malam itu selalu ada yang membakar. Itu agak sulit kita mengidentifikasi karena dia membakarnya malam. Tiba-tiba langsung jadi, kemudian besar,” ucap Waris saat mengunjungi Kantor Pelindo Regional IV Balikpapan, Rabu (14/10/2026).

Ia mencontohkan kebakaran yang kembali terjadi di kawasan Kelurahan Riko pada Selasa malam (13/10/2026).

Menurutnya, api yang cepat membesar menambah tantangan dalam penanganan karhutla di wilayah tersebut.

Waris juga menyoroti kondisi asap yang belakangan semakin terasa seiring berulangnya kebakaran.

Titik api dilaporkan berpindah dari Kelurahan Penajam ke Petung, kemudian Waru, serta kawasan Sotek dan Riko.

“Kalau yang terbakar itu berpindah-pindah. Sebentar di Kelurahan Penajam, nanti pindah lagi di Petung, nanti pindah lagi ke Waru. Nah, ini di Sotek sama Riko lagi kebakaran,” katanya.

Untuk menelusuri dugaan penyebab kebakaran, Waris mengaku telah menyampaikan persoalan tersebut kepada jajaran TNI dan Polri.

Ia berharap koordinasi itu dapat membantu mengungkap penyebab kebakaran sekaligus mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab apabila ditemukan unsur kesengajaan.

Selain itu, pemerintah daerah juga menelusuri informasi mengenai kepemilikan lahan yang terbakar.

Data tersebut diharapkan dapat membantu proses pemeriksaan, meskipun kepemilikan lahan tidak serta-merta membuktikan keterlibatan seseorang dalam pembakaran.

Waris turut menyoroti kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar yang diduga menjadi salah satu pemicu kebakaran.

Namun, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui penyelidikan di lapangan.

Ia mengajak masyarakat berperan aktif melaporkan kebakaran maupun aktivitas mencurigakan yang berpotensi memicu karhutla.

“Laporkan kalau ada melihat yang mencurigakan, kami pasti langsung tanggap,” imbuhnya.

Pemkab PPU berharap keterlibatan masyarakat dan koordinasi dengan aparat penegak hukum dapat membantu mempercepat penanganan kebakaran, mengungkap penyebabnya, serta mencegah meluasnya dampak asap terhadap lingkungan dan aktivitas warga. (Adv)

Dilihat 705 kali