Payload Logo
Bontang

Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi B DPRD Bontang terkait partisipasi kontingen pada Porprov 2026 (dok: Caca/katakaltim)

Pemkot Bontang Siapkan Anggaran Rp4,5 Miliar untuk Porprov Kaltim di Paser

Penulis: Salsabila Resa | Editor: Agung
16 Oktober 2026

BONTANG — Pemerintah Kota Bontang menyiapkan anggaran Rp4,5 miliar untuk mendukung keikutsertaan kontingen Bontang pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim 2026 di Kabupaten Paser, yang dijadwalkan pada 14–27 November.

Anggaran tersebut batas maksimal yang bisa disiapkan pemerintah daerah di tengah tekanan fiskal yang membatasi ruang belanja APBD.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bontang, Yoga Saputra, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi B DPRD Bontang terkait partisipasi kontingen pada Porprov 2026, Senin (12/10/2026).

Yoga mengatakan, pihaknya belum bisa menambah alokasi anggaran di luar angka yang telah disepakati dalam asistensi sebelumnya.

“Saya rasa kami sangat menyesal tidak bisa memfasilitasi lagi dari nilai yang sudah kami sampaikan kemarin, di angka Rp4,5 miliar,” ungkap Yoga.

Ia menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan tersebut, BPKAD bahkan harus menggeser anggaran dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Langkah itu dilakukan karena ruang fiskal yang tersedia semakin terbatas.

“Kami sudah mencubit terakhir kali, dan yang dicubit juga sebenarnya sudah marah. Tapi konsekuensinya tetap APBD yang menanggung,” terangnya.

Yoga mengaku, pihaknya masih harus melakukan pergeseran anggaran setelah perubahan APBD karena alokasi yang tersedia diperkirakan belum mencukupi kebutuhan kontingen.

BPKAD juga akan melihat kemungkinan pemanfaatan belanja tidak terduga untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut.

Namun, upaya itu tidak mudah. Sebab, sebagian besar anggaran telah terealisasi atau terikat kontrak sehingga tidak bisa sembarangan dialihkan.

“Kami tidak bisa mengambil anggaran di tengah kontrak karena ada konsekuensi wanprestasi. Kontrak kegiatan sudah berjalan semua,” jelasnya.

Menurut Yoga, ruang pergeseran yang tersisa hanya berasal dari alokasi tertentu yang masih memungkinkan untuk disesuaikan, termasuk belanja yang bersifat mengikat.

Ia juga menjelaskan, anggaran Porprov belum dialokasikan dalam APBD murni karena saat itu belum ada kepastian mengenai tempat dan waktu pelaksanaan.

Sementara dalam pembahasan perubahan APBD, kepastian lokasi dan jadwal mulai terlihat, tetapi jumlah peserta kontingen Bontang belum final.

“Kemudian pada saat perubahan sudah ada gambaran terang terkait waktu dan tempatnya, tetapi belum ada gambaran riil jumlah peserta dari kontingen Bontang,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Bontang, Eko Mashudi, mengungkapkan bahwa usulan awal anggaran Porprov mencapai Rp7,87 miliar untuk sekitar 1.000 orang kontingen.

Namun, pada tahap awal, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) hanya menyetujui alokasi sebesar Rp2 miliar.

Setelah dilakukan pendekatan melalui DPRD dan TAPD, jumlah tersebut meningkat menjadi Rp4 miliar.

“Di tahap kedua diberi Rp2 miliar. Tapi kita coba melakukan pendekatan baik melalui DPRD maupun dengan teman-teman TAPD, itu menjadi Rp4 miliar,” terang Eko.

Dalam RDP tersebut, BPKAD kemudian menyampaikan tambahan anggaran sebesar Rp500 juta.

Dengan demikian, total anggaran yang disiapkan Pemkot Bontang untuk mendukung keikutsertaan kontingen pada Porprov 2026 mencapai Rp4,5 miliar.

Meski mengalami penambahan, anggaran tersebut masih berada di bawah usulan awal sebesar Rp7,87 miliar. (Caca)

Dilihat 717 kali