Payload Logo
PPU

Rapat evaluasi penanganan Karhutla PPU (dok: Katakaltim)

Sekda PPU Dorong Penelusuran Pelaku Karhutla

Penulis: Gung | Editor: Afri
20 Oktober 2026

PENAJAM — Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Tohar, menekankan pentingnya penelusuran pihak yang diduga menjadi penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di PPU.

Ia meminta penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga mengidentifikasi pemilik lahan dan pihak yang melakukan pembakaran.

Menurut Tohar, langkah tersebut diperlukan untuk mencegah kejadian serupa berulang.

Penelusuran diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pihak yang bertanggung jawab sekaligus menjadi dasar bagi tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sekali lagi, kami tidak ingin memenjarakan mereka. Tetapi paling tidak, tindakan yang kita lakukan bisa membuat pelaku kapok dan tidak mengulangi lagi,” tegas Tohar dalam rapat evaluasi penanganan karhutla di PPU, Senin (19/10/2026).

Ia mengatakan, upaya penindakan juga memiliki fungsi pencegahan bagi masyarakat lain. Dengan adanya penanganan terhadap dugaan pelanggaran, pihak-pihak yang berniat melakukan tindakan serupa diharapkan mempertimbangkan risiko dan konsekuensinya.

Tohar menekankan bahwa identifikasi pelaku dan pemilik lahan perlu dilakukan secara cermat.

Langkah tersebut tidak boleh berhenti pada dugaan semata, melainkan harus didukung informasi dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam konteks itu, koordinasi antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, TNI, serta unsur kewilayahan dinilai penting.

Informasi dari petugas di lapangan dapat membantu menelusuri titik kebakaran, kondisi lokasi, dan aktivitas yang berpotensi berkaitan dengan munculnya api.

Aparat kewilayahan, termasuk lurah dan kepala desa, juga diminta memahami kondisi wilayah masing-masing.

Penguasaan lapangan dinilai dapat membantu memberikan informasi awal yang dibutuhkan ketika terjadi kebakaran.

Tohar mengingatkan bahwa keterlambatan informasi dapat memengaruhi kecepatan penanganan.

“Makadari itu, kami imbau setiap unsur diharapkan aktif membangun komunikasi dan menyampaikan temuan yang relevan kepada pihak berwenang,” pesannya.

Melalui pendekatan tersebut, pemerintah daerah berupaya mendorong pencegahan karhutla sekaligus memastikan dugaan pelanggaran ditangani secara tepat.

Penanganan diharapkan tidak hanya menyelesaikan kebakaran yang sedang terjadi, tetapi juga mengurangi kemungkinan munculnya kejadian serupa pada masa mendatang. (Adv)

Dilihat 697 kali