Payload Logo
Listrik 24 jam Kutai Timur

PLN UID Kaltimra bersama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur meresmikan layanan listrik 24 jam bagi masyarakat di Desa Beno Harapan, Mawai Indah, Mugi Rahayu, dan Himba Lestari, Kecamatan Batu Ampar, Kutai Timur, Senin (5/10/2026). (dok : PLN)

Setelah 36 Tahun Menanti, Empat Desa di Kutai Timur Kini Nikmati Listrik 24 Jam dari PLN

Penulis: Han | Editor:
9 Oktober 2026

KUTAI TIMUR – Penantian panjang selama lebih dari tiga dekade akhirnya terjawab. Warga di empat desa di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kutai Timur, kini dapat menikmati layanan listrik selama 24 jam setelah PT PLN (Persero) menghadirkan pasokan listrik sepanjang hari di wilayah tersebut.

Empat desa yang kini menikmati layanan listrik 24 jam yakni Beno Harapan, Mawai Indah, Mugi Rahayu, dan Himba Lestari. Kehadiran listrik sepanjang hari ini diharapkan membuka peluang baru bagi masyarakat, mulai dari meningkatkan aktivitas belajar anak-anak hingga mendorong pertumbuhan usaha dan ekonomi desa.

Peresmian layanan listrik 24 jam dilaksanakan di Balai Pertemuan Kantor Desa Beno Harapan, Senin (5/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, manajemen PLN UP3 Bontang, perwakilan pemerintah kabupaten, Camat Batu Ampar Akhmadsyah, serta para kepala desa setempat.

General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, mengatakan penyediaan listrik sepanjang hari merupakan bagian dari komitmen PLN untuk memperluas akses energi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan.

Menurut Chaliq, listrik tidak hanya berfungsi sebagai sumber penerangan, tetapi juga menjadi penunjang berbagai kegiatan produktif masyarakat. Dengan layanan listrik 24 jam, warga memiliki keleluasaan lebih besar untuk belajar, bekerja, menjalankan usaha, dan melaksanakan aktivitas sosial.

Momentum Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi pengingat pentingnya pemerataan pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat hingga ke wilayah perdesaan.

“Dengan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, kami terus berupaya agar masyarakat di wilayah perdesaan juga dapat merasakan manfaat listrik untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan produktivitas,” ujar Chaliq.

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menyambut baik beroperasinya layanan listrik 24 jam di empat desa tersebut. Ia menyebut kehadiran listrik sepanjang hari sebagai kabar baik bagi masyarakat Batu Ampar yang telah lama menantikan peningkatan layanan kelistrikan.

Ardiansyah berharap akses listrik yang semakin baik dapat mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, pelayanan sosial, serta kebutuhan masyarakat sehari-hari. Ia juga mengingatkan warga untuk menggunakan listrik secara bijak dan menjaga keselamatan instalasi kelistrikan.

Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan penyambungan listrik secara ilegal karena berisiko membahayakan keselamatan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Sementara itu, Manager PLN UP3 Bontang, Luddie Wied Hardono, menjelaskan bahwa terwujudnya layanan listrik 24 jam di empat desa tersebut merupakan hasil sinergi PLN dengan pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat.

Menurutnya, pengembangan jaringan listrik di wilayah perdesaan memiliki tantangan tersendiri sehingga membutuhkan dukungan dan koordinasi berbagai pihak. Kolaborasi tersebut berperan penting dalam penyiapan infrastruktur serta percepatan proses penyambungan pelanggan.

Dari sisi pelanggan, sebanyak 222 sambungan rumah tangga di Desa Mawai Indah dan 125 sambungan di Desa Mugi Rahayu telah terealisasi. Di Desa Beno Harapan, jumlah sambungan mencapai 214 dari target 320 rumah tangga. Sementara di Desa Himba Lestari, sebanyak 119 sambungan telah terealisasi dari target 186 rumah tangga.

Secara keseluruhan, sedikitnya 680 sambungan rumah tangga telah terealisasi di empat desa tersebut. PLN akan melanjutkan penyambungan pelanggan secara bertahap sesuai kesiapan infrastruktur jaringan dan penyelesaian administrasi.

Beroperasinya listrik 24 jam di Batu Ampar diharapkan memberikan perubahan nyata dalam keseharian masyarakat. Anak-anak dapat belajar dengan waktu yang lebih fleksibel, pelaku usaha berpeluang memperpanjang jam operasional, dan kegiatan sosial warga dapat berlangsung lebih optimal.

Setelah lebih dari 36 tahun menjadi harapan, layanan listrik sepanjang hari kini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di empat desa tersebut. PLN bersama pemerintah daerah pun terus mendorong perluasan akses energi agar kehadiran listrik dapat menjadi salah satu penggerak peningkatan kesejahteraan dan perkembangan wilayah perdesaan di Kutai Timur.(Adv)

Dilihat 693 kali