SAMARINDA — Peristiwa nahas kembali terjadi di Kota Samarinda. Korban didapati berlumuran darah. Diduga dianiaya akibat rasa cemburu mantan suami.
Polisi pun mengungkap kasus penimpasan menggunakan senjata tajam tersebut.
Terjadi di Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Jumat 23 Oktober 2026.
Dalam kejadian itu, pria berinisial R (59) diduga memukul sekaligus melukai korban menggunakan senjata tajam berupa dodos dan celurit.
Saat tiba di lokasi kejadian, polisi menemukan korban dalam kondisi tergeletak dan berlumuran darah.
Kasi Humas Polresta Samarinda, Arie Soeharyadi, menerangkan meski korban mengalami luka, korban masih dalam keadaan sadar.
Kata dia, berdasarkan keterangan tersangka, aksi tersebut diduga dipicu rasa cemburu terhadap korban.
Tersangka disebut cemburu lantaran mantan istrinya kerap dilirik oleh korban.
"Dugaan sementara permasalahan tersebut dari keterangan tersangka yaitu tersangka cemburu kepada korban karena mantan istrinya sering dilirik oleh korban," ucap Arie dalam keterangannya.
Arie membeberkan, rasa emosi tersangka memuncak ketika melihat korban.
R kemudian diduga menghampiri dan menyerang korban dari belakang menggunakan dodos dan celurit.
Saat kejadian, tersangka memang membawa sejumlah senjata tajam.
Namun, senjata tersebut awalnya dibawa karena R hendak pergi ke kebun miliknya.
Usai melakukan aksinya, tersangka kemudian menyerahkan diri ke Polsek Sungai Pinang.
R juga membawa barang bukti yang digunakan untuk melukai korban.
"Atas kejadian tersebut tersangka langsung menyerahkan diri ke Polsek Sungai Pinang dengan membawa barang bukti berupa 1 celurit dan 1 dodos dengan gagang kayu," papar Arie.
Polisi kemudian membawa tersangka kembali ke lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan.
Korban selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Kasus tersebut kini masih dalam penanganan pihak kepolisian. (Wira)














