Payload Logo
TJSL PLN

Penyerahan bantuan TJSL PLN UIP KLT untuk pengembangan UMKM dan wisata Desa Saing Prupuk, Kabupaten Paser.

Dari UMKM hingga Riam Batu Padas, PLN UIP KLT Bangun Ekosistem Ekonomi Desa Saing Prupuk

Penulis: Han | Editor:
28 Oktober 2026

PASER – Upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat terus dilakukan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di Desa Saing Prupuk, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

Memasuki tahun ketiga, program “Desa Berdaya Saing Prupuk” pada 2026 diarahkan untuk mengembangkan dua potensi utama desa, yakni penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pengembangan destinasi wisata Riam Batu Padas.

Program yang dijalankan melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 1 (UPP KLT 1) tersebut tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar mampu mengembangkan potensi usaha secara mandiri dan berkelanjutan.

Sejak dimulai pada 2024, program Desa Berdaya Saing Prupuk telah dilaksanakan secara bertahap. Pada tahun pertama, PLN mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.

Program kemudian berlanjut pada 2025 dengan penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pengembangan UMKM, serta identifikasi potensi wisata yang dapat dikembangkan menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

Memasuki 2026, PLN memperluas dukungan melalui pemberian sarana pendukung usaha sekaligus pelatihan bagi pelaku UMKM. Rangkaian kegiatan dimulai pada Mei dengan penyerahan sarana pendukung untuk membantu proses produksi dan pengembangan usaha masyarakat.

Penguatan kapasitas dilanjutkan melalui Pelatihan Branding UMKM bertema “Menemukan Identitas dan Karakter Usaha” pada 4 Juni 2026. Sekitar 20 pelaku UMKM mengikuti pelatihan tersebut untuk mengenali karakter usaha dan produknya sebagai bagian dari upaya membangun merek yang lebih kuat.

Selanjutnya, pada 24 Juni 2026, pelaku UMKM mendapatkan Pelatihan Foto Produk bertema “Memaksimalkan Smartphone, Ciptakan Foto Produk yang Menarik dan Bernilai Jual”.

Melalui pelatihan tersebut, masyarakat didorong memanfaatkan perangkat yang sudah dimiliki untuk menghasilkan foto produk yang lebih menarik sehingga dapat menunjang kegiatan pemasaran.

Pendampingan kemudian berlanjut pada 23 Juli 2026 melalui Pelatihan Pembuatan Konten Promosi Digital dengan tema “Promosi Mudah, Jualan Lebih Percaya Diri”.

Pelatihan tersebut memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM mengenai cara mengemas produk dan cerita usaha menjadi konten promosi yang komunikatif dan sesuai dengan perkembangan pemasaran digital.

Di sisi lain, PLN juga mengembangkan potensi wisata Riam Batu Padas. Sejak Juni 2026, pembangunan sejumlah sarana dan prasarana pendukung wisata dilakukan secara bertahap.

Fasilitas yang dikembangkan antara lain jalan beton, area parkir, papan nama dan imbauan, portal, fasilitas kebersihan, hingga gerbang kawasan wisata.

Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP KLT, Raditya Kuntoro, mengatakan program tersebut dirancang agar TJSL PLN dapat memberikan dampak yang lebih panjang bagi masyarakat.

“Kami ingin program TJSL PLN hadir tidak hanya dalam bentuk bantuan, tetapi menjadi proses pemberdayaan yang tumbuh bersama masyarakat. Di Desa Saing Prupuk, kami melihat potensi UMKM lokal dan Wisata Riam Batu Padas dapat dikembangkan dalam satu ekosistem yang saling menguatkan,” ujar Raditya.

Menurutnya, pengembangan infrastruktur perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas masyarakat. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menerima fasilitas, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memanfaatkannya dalam mengembangkan kegiatan ekonomi.

“Selain pembangunan sarana, kami memberikan perhatian pada peningkatan kompetensi masyarakat. Mulai dari bagaimana UMKM membangun karakter usahanya, menghasilkan foto produk yang menarik, hingga memanfaatkan konten digital untuk promosi,” tambahnya.

Desa Saing Prupuk sendiri memiliki sejumlah produk UMKM yang potensial untuk dikembangkan, seperti ecoprint, jahe merah, madu kelulut, produk olahan pangan, serta berbagai kerajinan.

Sementara itu, Riam Batu Padas menjadi salah satu potensi wisata yang terus dikembangkan. Keberadaan destinasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru sekaligus memperluas ruang pemasaran bagi produk UMKM masyarakat.

Konsep tersebut membuat pengembangan UMKM dan wisata diarahkan untuk saling mendukung. Ketika kunjungan wisata berkembang, produk lokal masyarakat dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata sekaligus memperkenalkan identitas Desa Saing Prupuk kepada lebih banyak orang.

PLN UIP KLT berharap pengembangan UMKM dan Wisata Riam Batu Padas dapat tumbuh menjadi satu ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan.

Pembangunan sarana wisata akan dilanjutkan sesuai tahapan program, disertai pendampingan masyarakat agar berbagai potensi yang dimiliki Desa Saing Prupuk dapat terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.

Dilihat 693 kali