BONTANG – Peta investasi di Kota Bontang masih didominasi sektor industri, perumahan, dan jasa. Ketiga sektor ini menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus penopang realisasi investasi hingga awal 2026.
Kepala DPMPTSP Bontang, Aspiannur, mengungkapkan bahwa dominasi tersebut tidak lepas dari karakteristik Bontang sebagai kota industri yang terus berkembang. Selain itu, kebutuhan hunian dan layanan jasa yang meningkat turut mendorong sektor properti dan jasa ikut tumbuh signifikan.
“Industri, perumahan, dan jasa masih menjadi tulang punggung investasi kita saat ini,” ujarnya.
Meski begitu, pemerintah tidak ingin ketergantungan hanya bertumpu pada sektor tersebut. Berbagai upaya terus dilakukan untuk mendorong sektor lain agar ikut berkembang dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah.
Menurut Aspiannur, diversifikasi investasi menjadi langkah penting agar pertumbuhan ekonomi lebih merata dan berkelanjutan. Sektor-sektor potensial seperti perdagangan, pariwisata, hingga usaha berbasis sumber daya lokal mulai dilirik untuk dikembangkan lebih jauh.
“Ke depan, kita dorong sektor lain agar ikut bergerak. Ini penting supaya investasi tidak terpusat di satu sektor saja,” jelasnya.
Pemerintah juga terus memperbaiki iklim investasi melalui kemudahan perizinan, promosi potensi daerah, serta peningkatan infrastruktur pendukung. Langkah ini diharapkan mampu menarik minat investor baru, sekaligus memperluas sektor usaha yang berkembang di Bontang.
Dengan strategi tersebut, Bontang optimistis dapat menciptakan struktur ekonomi yang lebih seimbang, tidak hanya kuat di industri, tetapi juga berkembang di berbagai sektor lainnya.(Adv)





