PENAJAM — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melanjutkan kemitraan dengan Universitas Fajar (Unifa) Makassar melalui perpanjangan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).
Kerja sama ini diarahkan untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM), khususnya aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab PPU.
Penandatanganan perpanjangan kerja sama berlangsung di Kampus Universitas Fajar, Makassar, Sulawesi Selatan.
Kemitraan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun kolaborasi berkelanjutan dengan perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas aparatur dan pembangunan daerah.
Bupati PPU, Mudyat Noor, mengatakan keberlanjutan kerja sama dengan Unifa diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi ASN untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan.
Menurutnya, penguatan kapasitas aparatur menjadi salah satu kebutuhan penting untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap semakin banyak ASN yang memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan. Peningkatan kualifikasi tersebut diharapkan turut memperkuat kompetensi dan profesionalisme aparatur dalam menjalankan tugasnya,” ujar Mudyat, Selasa (20/10/2026).
Ia menegaskan, pendidikan tinggi tidak semestinya hanya berorientasi pada pencapaian gelar akademik.
Pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan perlu diterapkan dalam pekerjaan agar memberikan manfaat nyata bagi organisasi pemerintahan maupun masyarakat.
Menurut Mudyat, peningkatan kapasitas SDM harus berjalan seiring dengan pengembangan keterampilan, kemampuan menyelesaikan persoalan, serta pemahaman terhadap bidang tugas masing-masing.
“Olehnya, pendidikan dapat menjadi salah satu instrumen untuk mendorong perbaikan kinerja aparatur dan efektivitas pelayanan publik,” paparnya.
Kebutuhan tersebut semakin relevan seiring posisi strategis PPU sebagai wilayah yang berkaitan langsung dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Perkembangan kawasan tersebut menghadirkan peluang sekaligus tuntutan terhadap kesiapan tenaga kerja dan aparatur daerah.
Mudyat berharap masyarakat lokal dan ASN PPU dapat mengambil bagian dalam berbagai peluang pembangunan melalui peningkatan pengetahuan serta keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan.
“SDM daerah harus terus dipersiapkan agar mampu mengikuti perkembangan pembangunan. Kami berharap kolaborasi dengan perguruan tinggi dapat membantu menciptakan aparatur dan tenaga ahli yang kompeten, adaptif, serta mampu memberikan kontribusi bagi daerah,” katanya.
Perpanjangan kerja sama dengan Unifa diharapkan menjadi salah satu jalur pengembangan kapasitas SDM PPU secara berkelanjutan.
Melalui kemitraan ini, pemerintah daerah ingin memastikan peningkatan pendidikan tidak berhenti pada capaian akademik, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan dan pembangunan daerah. (Adv)














