SAMARINDA — Pemilihan Duta Anak Kota Samarinda 2026 resmi mencapai puncaknya melalui Grand Final yang digelar pada 26 September 2026.
Ajang ini menjadi edisi perdana Pemilihan Duta Anak Kota Samarinda, sekaligus menghadirkan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan minat, bakat, kreativitas, dan keberanian dalam menyampaikan gagasan.
Pemilihan Duta Anak Kota Samarinda 2026 diselenggarakan oleh Forum Pemuda Tunas Etam dengan dukungan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Kota Samarinda.
Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi sebagai platform pengembangan potensi anak melalui rangkaian kegiatan edukatif, kreatif, dan pembekalan.
Antusiasme terlihat sejak tahap pendaftaran yang berlangsung pada 13–28 Agustus 2026. Sebanyak 104 anak dari berbagai sekolah dasar di Kota Samarinda mendaftarkan diri untuk mengikuti ajang tersebut.
Peserta terbagi dalam dua kategori, yakni Kategori A untuk siswa kelas 1–3 dan Kategori B untuk siswa kelas 4–6.
Setelah melalui proses seleksi wawancara, sebanyak 60 anak terpilih menjadi finalis dan melanjutkan ke berbagai tahapan kegiatan hingga Grand Final.
Sebelum memasuki malam puncak, para finalis mendapatkan berbagai pembekalan untuk menunjang kemampuan dan wawasan mereka.
Pembekalan tersebut meliputi kelas koreografi, kelas catwalk, kelas public speaking, kelas perlindungan anak, serta kelas wawasan umum, budaya, dan pariwisata Kota Samarinda.
Rangkaian pembekalan ini menjadi bagian dari proses pengembangan peserta, sehingga mereka tidak hanya dipersiapkan untuk tampil di panggung, tetapi juga mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang dapat mendukung peran mereka sebagai Duta Anak.
“Duta Anak Kota Samarinda merupakan platform minat dan bakat bagi anak-anak untuk mendapatkan ruang berekspresi, mengembangkan potensi, dan membangun keberanian. Kami ingin anak-anak tidak hanya tampil di atas panggung, tetapi juga memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan dan kepedulian mereka,” ujar Handi Wijaya, Ketua Pelaksana Duta Anak Kota Samarinda 2026.
Menurut Handi, berbagai pembekalan yang diberikan juga menjadi upaya untuk memperkenalkan anak pada kemampuan dan wawasan yang relevan dengan kehidupan mereka.
Salah satunya melalui kelas perlindungan anak yang memberikan pemahaman mengenai pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak.
“Perlindungan anak bukan hanya isu yang dibicarakan oleh orang dewasa. Anak-anak juga perlu diberikan ruang untuk memahami, menyuarakan, dan mengampanyekan lingkungan yang aman dan ramah bagi mereka. Karena itu, pembekalan menjadi bagian penting dari perjalanan peserta dalam ajang ini,” lanjutnya.
Proses penilaian Grand Final turut melibatkan lima juri dari berbagai bidang, yakni Veronika Hinum, Sekretaris DP2PA Kota Samarinda; Merlyn Getty, Advokat dan Aktivis Sosial; Endro S. Efendi, Trainer Public Speaking Semesta Academy; Zevanya Yiska Merlyni Wowor, Puteri Pelajar Indonesia Timur; serta Mutia Citra Mutiara, Duta Lingkungan Kalimantan Timur.
Dari rangkaian Grand Final tersebut, kemudian terpilih para Duta Anak Kota Samarinda 2026 untuk Kategori A dan Kategori B. Kategori A diraih oleh Gerald Dio Achazia dari SDK 3 WR Soepratman dan Jasmine Nafisah dari SD Muhammadiyah 1 Samarinda.
Sementara Kategori B diraih oleh Davey Alvaro Taberima dari SDK 3 WR Soepratman dan Nadine Elisabeth Sinaga dari SDK Santo Fransiskus Asisi Samarinda.
Dengan berakhirnya rangkaian perdana ini, Pemilihan Duta Anak Kota Samarinda 2026 diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun ruang partisipasi anak yang berkelanjutan di Kota Samarinda.
Ajang ini juga menjadi wadah bagi anak-anak untuk terus bertumbuh, berkarya, mengenal potensi daerahnya, serta ikut menyampaikan pesan positif mengenai perlindungan anak. (Wira)











