BONTANG — Suasana pekat menyelimuti jalan Poros Samarinda-Bontang, Rabu 2 April 2025, pagi.
Di kilometer 70, 1 unit mobil Toyota Innova putih bernomor polisi KT 1489 QM melaju perlahan.
Di dalamnya, Pak Lukman, sang sopir, membawa tujuh penumpang menuju Kota Balikpapan.
Baca Juga: Molor Hampir 2 Jam, Rapur Wakil Rakyat Bontang Digelar Tertutup
Satu jam perjalanan, suasana hening tetiba saja mencekam.
Pak Lukman, yang biasanya punya cerita, tiba-tiba diam. Ia lalu meminggirkan mobil ke bahu jalan.
Tidak ada respons ketika penumpang mencoba mengajaknya bicara.
“Aku tutup mata, tiba-tiba menyentuh pahaku. Kaget aku. Aku langsung bangun,” ucap penumpang yang duduk di samping pak Lukman.
Kepanikan mulai mencengkeram para penumpang. Mereka meminta pertolongan warga sekitar.
Dengan sigap, warga membawa Pak Lukman ke Puskesmas terdekat.
Namun, kata pihak kepolisian, takdir berkata lain. Nyawa Pak Lukman tak dapat tertolong lagi.
Ia meninggalkan perjalanan terakhirnya, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan penumpang.
Jenazahnya pun kini dibawa ke wilayahnya untuk disemayamkan.
Pak Lukman adalah warga Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Berbas Pantai, Kota Bontang. (*)