Payload Logo
UMKM Pupuk Kaltim

UMKM dalam gelaran Pupuk Kaltim Cup 2026 (dok: Agu/katakaltim)

Pupuk Kaltim Cup 2026 Jadi Mesin Ekonomi UMKM Bontang, Transaksi Tembus Rp772,9 Juta

Penulis: Agung | Editor:
15 Oktober 2026

BONTANG — Tidak hanya ramai di lapangan, Pupuk Kaltim Cup 2026 turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat melalui puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selama 10 hari pelaksanaan, 2–12 Oktober 2026, aktivitas 20 tenant UMKM di halaman Stadion Mulawarman mencatat perputaran ekonomi mencapai Rp772,9 juta.

Nilai tersebut berasal dari 15.468 transaksi. Jika dirata-ratakan, uang yang berputar mencapai sekitar Rp77,3 juta setiap hari, dengan rata-rata belanja sekitar Rp50 ribu di setiap transaksi.

Pupuk Kaltim

UMKM yang disiapkan sepanjang gelaran Pupuk Kaltim Cup 2026 (dok: Agu/katakaltim)

Besarnya transaksi ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat yang datang menyaksikan pertandingan sekaligus berbelanja di area UMKM.

Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim, Anggono Wijaya, mengatakan capaian tersebut menjadi salah satu bukti Pupuk Kaltim Cup membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.

Sejak awal Pupuk Kaltim Cup memang tidak hanya diarahkan sebagai ajang olahraga. Kata Anggono, kehadiran tenant UMKM jadi bagian dari upaya perusahaan agar kegiatan tersebut turut memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Sasaran ini yang terus kami perluas, agar agenda perusahaan dapat memberi manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Khususnya UMKM bisa berkembang melalui aktivitas ekonomi yang tercipta selama turnamen berlangsung,” ucap Anggono, Kamis (15/10/2026).

Dampaknya juga terlihat jika dibandingkan dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Pada Pupuk Kaltim Cup 2025, omzet 20 tenant UMKM tercatat lebih dari Rp394,8 juta dengan sekitar 20.800 produk terjual.

Tahun ini, perputaran ekonomi meningkat menjadi Rp772,9 juta atau naik sekitar 95,8 persen.

Anggono menilai peningkatan tersebut menunjukkan kegiatan perusahaan dapat menciptakan efek berganda bagi perekonomian di Kota Bontang.

“Pupuk Kaltim memiliki komitmen untuk terus memberdayakan dan melibatkan UMKM lokal. Setiap tahun, dalam rangkaian HUT Pupuk Kaltim, kami berupaya menggandeng pelaku UMKM agar mereka mendapatkan ruang untuk memperkenalkan produk dan mengembangkan pasar,” katanya.

Ia menegaskan, UMKM menjadi bagian penting dalam ekosistem ekonomi daerah. Karena itu, Pupuk Kaltim akan terus membuka ruang kolaborasi agar semakin banyak pelaku usaha lokal mendapatkan kesempatan untuk berkembang.

“UMKM merupakan bagian penting dari ekosistem ekonomi daerah. Untuk itu, kami akan terus mencari ruang kolaborasi agar semakin banyak UMKM lokal yang dapat terlibat dalam kegiatan Pupuk Kaltim,” tambah Anggono.

Hanya 20 Tenant yang Terpilih

Peluang berjualan di Pupuk Kaltim Cup 2026 ternyata cukup diminati pelaku UMKM.

Pimpinan Borneos, Kahar Muzakir, selaku penanggung jawab pengelolaan tenant UMKM, mengatakan terdapat 150 pelaku usaha yang mendaftar.

Namun, setelah melalui proses kurasi, hanya 20 tenant makanan dan minuman yang dipilih untuk berjualan selama turnamen.

Menariknya, seluruh tenant tahun ini berbeda dari peserta pada penyelenggaraan sebelumnya.

“Seluruh tenant yang terlibat tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Ini menjadi upaya untuk memberikan kesempatan yang lebih merata kepada pelaku UMKM, agar bisa ikut berpartisipasi dan merasakan manfaat dari Pupuk Kaltim Cup,” jelas Kahar.

Bagi pelaku usaha, tingginya kunjungan masyarakat selama pertandingan menjadi peluang tersendiri.

Safarullah, pemilik usaha Kebab Suuy, mengaku terbantu dengan kesempatan berjualan di arena Pupuk Kaltim Cup.

Menurutnya, keramaian pengunjung membuat produknya bisa menjangkau konsumen yang lebih luas.

"Terima kasih Pupuk Kaltim yang telah memberi ruang bagi UMKM lokal untuk ikut tumbuh bersama kegiatan perusahaan. Kami sangat terbantu dengan kegiatan ini, utamanya meningkatkan penjualan dengan signifikan,” ucap Safarullah.

Hal serupa dirasakan Putri dari usaha Sushi Masaaki Ni. Menurutnya, kehadiran UMKM dalam kegiatan berskala besar seperti Pupuk Kaltim Cup membantu pelaku usaha mengenalkan produknya kepada konsumen baru.

Ia berharap kesempatan serupa terus diberikan pada tahun-tahun berikutnya.

“Kami harap Pupuk Kaltim Cup kembali digelar tahun depan dengan kesempatan yang terus terbuka bagi UMKM, sehingga usaha lokal semakin dikenal dan mampu bersaing,” harap Putri. (Adv)

Dilihat 712 kali