KUTIM — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menargetkan tingkat kemiskinan turun menjadi 7,00 hingga 7,50 persen pada 2027 dengan memperkuat akses masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan, permodalan dan keterampilan.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan pengentasan kemiskinan tidak dapat dilakukan hanya dengan mengandalkan penyaluran bantuan sosial (bansos).
Hal itu disampaikan Ardiansyah dalam pidatonya pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Timur dalam sidang paripurna DPRD Kutim.
Menurutnya, penanganan kemiskinan harus menyasar akar persoalan agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah.
“Pengentasan kemiskinan tidak boleh hanya bertumpu pada bantuan sosial,” kata Ardiansyah dalam pidatonya.
Ia mengatakan pemerintah daerah perlu membuka lebih banyak akses bagi masyarakat kurang mampu agar dapat meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi.
Akses pendidikan dan layanan kesehatan menjadi salah satu bagian penting dalam strategi tersebut.
Selain itu, masyarakat juga perlu didukung melalui akses permodalan dan pelatihan keterampilan.
Penyediaan infrastruktur dasar turut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Infrastruktur yang memadai dinilai penting untuk membuka akses masyarakat terhadap layanan publik sekaligus aktivitas ekonomi.
Pemkab Kutim mencatat tingkat kemiskinan pada 2025 berada di angka 8,07 persen. Pemerintah kemudian menetapkan target penurunan hingga berada pada kisaran 7,00-7,50 persen pada 2027.
Upaya penurunan kemiskinan tersebut berjalan seiring dengan agenda pembangunan Kutim periode 2025-2029 yang mengusung visi mewujudkan daerah yang tangguh, mandiri dan berdaya saing.
Untuk mendukung agenda tersebut, Pemkab Kutim menyiapkan 50 program unggulan daerah.
Selain menekan kemiskinan, pemerintah daerah menargetkan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 77,30 pada 2027.
Di sektor ekonomi, Pemkab Kutim juga mendorong transformasi ekonomi agar pembangunan tidak terlalu bergantung pada sektor ekstraktif seperti batu bara dan minyak.
Pengembangan pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kelautan, pariwisata, industri pengolahan serta ekonomi kreatif diarahkan menjadi bagian dari sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Ardiansyah menilai penguatan berbagai sektor tersebut perlu didukung infrastruktur dan konektivitas antarwilayah sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Dalam momentum HUT ke-27 Kutim, ia juga mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat memperkuat kolaborasi untuk menghadapi tantangan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Adv)














