Payload Logo
DPRD Kutim
-113120251125184507900
Dilihat 693 kali

Kepala Dinas Lingkungan Hidup ( DLH) Kota Balikpapan, mewakili Wali Kota Balikpapan memperlihatkan sampah plastik yang menjadi ancaman kelestarian pesisir Kota Balikpapan. ( dok : hlm/KataKaltim)|Pemkot Balikpapan melaluI DLH bersama PWI gelar kegiatan bersih pantai sebagai langkah kecil untuk dampak besar. Jumat,27/06/2025. ( dok : hlm/KK)

Bersama Jaga Pesisir : Pemkot Balikpapan ajak warga hadapi sampah

Penulis: Han | Editor:
28 Juni 2025

Balikpapan – Pesisir Kota Balikpapan yang selama ini dikenal sebagai salah satu daya tarik utama kota, kini menghadapi ancaman serius dari sampah plastik. Pemerintah Kota Balikpapan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak tinggal diam.

Dalam kegiatan bersih-bersih pantai yang digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Balikpapan, Jumat (27/6/2025), Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sudirman Djayaleksana menyampaikan bahwa menjaga kelestarian lingkungan pantai merupakan tanggung jawab bersama.

Mengusung tema “Cinta Alam, Jaga Pantai Kita”, kegiatan ini digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan pesisir yang selama ini menjadi wajah kota sekaligus kebanggaan warga Balikpapan.

“Pantai adalah wajah kota ini, dan jika tidak kita jaga, maka yang akan kita wariskan ke generasi mendatang hanyalah tumpukan sampah. Sampah plastik adalah ancaman nyata. Maka perlu langkah bersama untuk mengatasinya,” ujar Sudirman saat membacakan sambutan wali kota.

Ia memaparkan, sampah yang mengendap di kawasan pesisir Balikpapan mencapai sekitar 9 ton per hari. Untuk mengatasi masalah ini, DLH telah menurunkan 80 petugas di wilayah kelurahan yang memiliki pantai.

Namun, ia menegaskan, jumlah itu belum cukup jika masyarakat tidak ikut ambil bagian. Sebab, persoalan terbesar adalah kurangnya kesadaran dalam membuang sampah pada tempatnya.

“Membersihkan pantai bukan hanya soal memungut sampah, tapi lebih dari itu—ini adalah upaya membangun kepedulian dan kesadaran bahwa bumi tempat kita hidup harus terus dijaga,” tegasnya.

Pemkot Balikpapan, lanjut Sudirman, juga telah menggulirkan berbagai program pelestarian, mulai dari penataan kawasan pesisir, pengurangan plastik sekali pakai, hingga menjalin kerja sama dengan komunitas dan sektor swasta dalam berbagai aksi lingkungan.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi adalah kunci. Media, komunitas, dunia usaha, semua punya peran,” katanya.

Ia berharap kegiatan bersih-bersih ini menjadi simbol semangat kolektif, untuk menjadikan Balikpapan kota yang bersih, indah, dan lestari.

Berita Terkait
#Terpopuler