Payload Logo
Balikpapan

Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, kunjungi Kelurahan Telagasari, Kota Balikpapan (Dok: Han/katakaltim)

Bikin Bangga! Dubes Australia Kagum dengan Program Disabilitas di Balikpapan

Penulis: Ha | Editor: Agung
25 April 2026

BALIKPAPAN — Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, kunjungi Kelurahan Telagasari, Kota Balikpapan, Jumat 24 April 2026, siang.

Tujuannya meninjau pelaksanaan program inklusi bagi penyandang disabilitas yang didukung Pemerintah Australia.

Brazier didampingi sejumlah delegasi, di antaranya Allison Frame, Christine Friswick, dan Julia De Lorenzo.

Rombongan disambut perwakilan Pemerintah Kota Balikpapan, termasuk Asisten II Bidang Perekonomian, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat Setda Balikpapan, Andi Muhammad Yusri Ramli.

Kunjungan ini juga melibatkan mitra pelaksana program, yakni SIGAB Indonesia dan PPDI Kaltim.

Australia

Selama di lokasi, Brazier melihat-lihat berbagai hasil pemberdayaan penyandang disabilitas, mulai dari produk kerajinan hingga kuliner.

Ia juga mengunjungi Cafe Mentari yang dikelola oleh penyandang disabilitas, serta berdialog langsung dengan para penerima manfaat program.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada SIGAB dan PPDI. Dampak program ini sangat nyata dan positif, dan kami bangga bisa bermitra dengan mereka,” ucap Brazier kepada wartawan usai kunjungan.

Ia menilai, salah satu capaian penting dari program tersebut adalah keberlanjutan serta perubahan nyata di tingkat masyarakat, termasuk peningkatan aksesibilitas fasilitas publik.

“Misalnya ada perbaikan fasilitas yang memudahkan teman-teman difabel mengakses layanan pemerintah,” kata dia.

Menurut Brazier, Pemerintah Australia berperan sebagai mitra pendukung yang memberikan pendanaan untuk berbagai program inklusi di sejumlah daerah di Indonesia, tidak terbatas di Balikpapan.

Sementara itu, Project Officer Program Solider dari SIGAB dan PPDI Kaltim, Lily Handayani, menjelaskan kunjungan tersebut merupakan bagian dari proses pemantauan terhadap program yang bertujuan mendorong pemenuhan hak penyandang disabilitas.

Program Solider dilaksanakan secara nasional dan menjangkau enam provinsi, termasuk Kaltim. Di wilayah ini, program berjalan di dua kota, Balikpapan dan Samarinda.

Khusus di Balikpapan, program tersebut telah diterapkan di enam kelurahan, yaitu Gunung Sari Ulu, Gunung Sari Ilir, Telagasari, Perapatan, Manggar, dan Manggar Baru.

Melalui program ini, kelompok-kelompok disabilitas dibentuk di tingkat kelurahan untuk meningkatkan kapasitas serta partisipasi mereka dalam pembangunan.

“Mereka dilatih agar lebih percaya diri dan mampu menyampaikan kebutuhan mereka, termasuk terkait akses layanan publik dan kesehatan,” ujar Lily.

Selain pelatihan, program juga mendorong keterlibatan penyandang disabilitas dalam forum perencanaan pembangunan hingga kegiatan sosial ekonomi di masyarakat.

Lily berharap, praktik baik yang telah berjalan dapat diperluas ke wilayah lain di Balikpapan yang belum terjangkau. Saat ini, masih terdapat sejumlah kelurahan yang belum mendapat program serupa. (Han)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025