PENAJAM — Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memberikan edukasi pencegahan kebakaran melalui simulasi pemadaman api dan penanganan kebocoran tabung gas rumah tangga.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kebakaran sejak tahap awal.
Dalam simulasi tersebut, peserta diperkenalkan dengan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) sebagai metode pemadaman modern.
Selain itu, petugas juga memperagakan cara tradisional menggunakan kain tebal yang dibasahi, seperti handuk atau karung goni, untuk membantu memadamkan api kecil dalam kondisi yang aman.
Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Pencegahan DPKP PPU, Jerry Rahimullah Syahid, melalui stafnya Agus Chandra, mengatakan edukasi tersebut penting agar masyarakat tidak panik ketika menghadapi kebakaran di lingkungan rumah.
“Harapan kita, dengan adanya kegiatan ini, masyarakat bisa mengurangi risiko kebakaran di permukiman. Kita ingin masyarakat mengetahui apa yang harus dilakukan ketika melihat api sejak awal,” ujar Agus, Kamis (15/10/2026).
Menurut Agus, pengetahuan mengenai penanganan awal kebakaran perlu dimiliki masyarakat, terutama dalam menghadapi potensi kebakaran rumah tangga yang dapat dipicu berbagai hal, termasuk kebocoran tabung gas.
“Prinsipnya, lebih baik mencegah daripada menanggulangi kebakaran itu sendiri. Harapan kita, ibu-ibu maupun bapak-bapak di rumah bisa memadamkan api kecil dengan cara yang sudah kita jelaskan tadi,” katanya.
Selain praktik pemadaman api, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai langkah yang perlu diperhatikan ketika terjadi kebocoran tabung gas.
Agus menyebutkan, masyarakat perlu memastikan sirkulasi udara dengan membuka ventilasi dan melepas regulator apabila kondisi memungkinkan serta aman dilakukan.
“Misalnya, kalau terjadi kebocoran tabung gas, tadi sudah kita sampaikan agar membuka ventilasi udara. Kemudian, regulator bisa dilepas jika aman dilakukan. Kalau muncul api, penanganannya harus disesuaikan dengan kondisi dan jangan sampai membahayakan diri sendiri,” jelasnya.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri menangani kebakaran apabila api mulai membesar.
Dalam situasi tersebut, keselamatan penghuni rumah harus menjadi prioritas dengan segera menjauh dari lokasi dan menghubungi petugas pemadam kebakaran.
“Kalau apinya semakin membesar, segera hubungi petugas pemadam kebakaran. Jangan sampai masyarakat justru membahayakan dirinya sendiri karena memaksakan memadamkan api,” tegas Agus.
Agus menjelaskan, kegiatan edukasi kebakaran dapat dilaksanakan secara berkala sesuai kebutuhan masyarakat.
Pelaksanaannya tidak selalu berlangsung pada hari yang sama karena menyesuaikan agenda kelompok atau komunitas yang membutuhkan edukasi dari DPKP PPU.
Melalui kegiatan tersebut, DPKP PPU berharap masyarakat semakin memahami langkah pencegahan dan penanganan awal kebakaran. Dengan kesiapsiagaan yang baik, risiko kebakaran meluas di lingkungan permukiman diharapkan dapat diminimalkan. (Adv)














