Payload Logo
Anak tenggelam

Seorang balita berinisial KAR (2) ditemukan meninggal dunia setelah diduga terjatuh dan tenggelam di saluran drainase atau parit besar di kawasan Jalan Mangga 5 RT 54, Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur, Minggu (31/5/2026) (Han/katakatim)

Ditemukan 1 Km dari Rumah, Anak 2 Tahun Meninggal Tenggelam di Parit Manggar Balikpapan

Penulis: Han | Editor: Agung
31 Mei 2026

BALIKPAPAN — Seorang balita berinisial KAR (2) ditemukan meninggal dunia setelah diduga terjatuh dan tenggelam di saluran drainase atau parit besar di kawasan Jalan Mangga 5 RT 54, Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur, Minggu (31/5/2026).

Korban yang lahir di Balikpapan pada 17 Desember 2023 itu sempat dilaporkan hilang saat bermain di depan rumah sebelum akhirnya ditemukan warga dalam kondisi tidak sadarkan diri di bawah sebuah jembatan di wilayah Selili.

Kapolsek Balikpapan Timur AKP M Chusen mengatakan, peristiwa tersebut terjadi saat ibu korban sedang berada di dalam rumah untuk mengganti popok adik korban.

"Korban diketahui masih berada di sekitar depan rumah pada pagi hari. Namun beberapa saat kemudian keluarga menyadari korban sudah tidak berada di lokasi dan langsung melakukan pencarian," kata AKP M Chusen, Minggu (31/5/2026).

Menurut dia, keluarga bersama warga sekitar berupaya mencari korban di lingkungan tempat tinggalnya setelah korban tidak ditemukan saat dipanggil.

Dalam proses pencarian, warga menemukan sandal milik korban di dekat saluran drainase yang berada tepat di depan rumah. Temuan tersebut membuat keluarga menduga korban terjatuh ke dalam parit.

"Warga kemudian melakukan penyisiran di sepanjang aliran drainase. Sekitar pukul 10.40 WITA korban ditemukan di bawah jembatan wilayah Selili RT 100 dalam kondisi tidak sadarkan diri," ujar Chusen.

Lokasi ditemukannya korban diketahui berjarak cukup jauh dari titik awal korban diduga terjatuh, mengikuti aliran air yang menghubungkan kawasan Manggar dan Selili.

Setelah ditemukan, korban segera dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Medika Manggar untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Berdasarkan keterangan dokter yang menangani korban di Instalasi Gawat Darurat (IGD), korban tiba dalam kondisi tidak sadar, tidak bernapas, dan tidak memiliki denyut nadi.

Tim medis sempat melakukan tindakan resusitasi jantung paru (RJP) dan berbagai upaya penyelamatan sesuai prosedur kegawatdaruratan. Namun korban tidak menunjukkan respons maupun tanda-tanda kehidupan.

"Korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 11.00 WITA setelah seluruh upaya medis dilakukan oleh tim dokter," kata Chusen.

Polisi menduga peristiwa tersebut merupakan kecelakaan murni. Faktor usia korban yang masih balita serta keberadaan drainase terbuka dengan kedalaman dan arus yang cukup kuat diduga menjadi penyebab utama terjadinya musibah tersebut.

AKP M Chusen mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama yang tinggal di lingkungan yang berdekatan dengan saluran air atau drainase terbuka.

"Kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk lebih memperhatikan keselamatan anak. Kami juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait terkait upaya mitigasi pada lokasi-lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan warga," tuturnya.

Polsek Balikpapan Timur juga merekomendasikan evaluasi terhadap saluran drainase yang dinilai rawan kecelakaan, termasuk pemasangan pagar pengaman, penutup drainase, maupun rambu peringatan di titik-titik yang berisiko tinggi. (Han)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025