Payload Logo
TJSL PLN Poltekba

Manager PLN UP2D Kaltimra Mohammad Roesdi menyerahkan bantuan panel listrik 3 phasa kepada Direktur Politeknik Negeri Balikpapan Dr. Emil Azmanajaya untuk mendukung kegiatan praktik mahasiswa Jurusan Rekayasa Elektro. (dok : PLN)

Hadirkan Panel Listrik 3 Phasa di Poltekba, TJSL PLN UID Kaltimra bantu Mahasiswa Belajar Lebih Dekat dengan Dunia Industri

Penulis: Han | Editor:
30 September 2026

Balikpapan – Pembelajaran di bidang ketenagalistrikan tidak cukup hanya mengandalkan teori. Pengalaman praktik menjadi bagian penting untuk membentuk mahasiswa yang memiliki keterampilan teknis sekaligus memahami standar keselamatan kerja.

Hal tersebut menjadi perhatian PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) melalui Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Kaltimra.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN memberikan bantuan panel listrik 3 phasa kepada Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba). Fasilitas tersebut akan digunakan untuk menunjang kegiatan praktik dan pembelajaran mahasiswa Jurusan Rekayasa Elektro.

Bantuan diserahkan Manager PLN UP2D Kaltimra Mohammad Roesdi kepada Direktur Poltekba Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T., Senin (28/9/2026).

Kehadiran fasilitas praktik tersebut diharapkan membuat mahasiswa semakin dekat dengan kondisi yang akan mereka hadapi ketika memasuki dunia kerja. Berbagai materi yang sebelumnya dipelajari secara teori dapat dipahami melalui praktik secara langsung.

Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UID Kaltimra Muchamad Meiryandi mengatakan, dukungan terhadap dunia pendidikan merupakan bagian dari komitmen PLN untuk memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Melalui program TJSL, PLN ingin memberikan manfaat yang tidak hanya dirasakan saat bantuan diserahkan, tetapi dapat digunakan dalam jangka panjang. Kami berharap fasilitas ini dapat memperkuat proses pembelajaran mahasiswa sekaligus menjadi bekal bagi mereka untuk memasuki dunia kerja, khususnya di bidang ketenagalistrikan,” ujar Meiryandi.

Menurutnya, pendidikan vokasi memiliki posisi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Karena itu, kolaborasi antara PLN dan perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi jembatan antara pembelajaran akademik dengan kebutuhan dunia kerja.

“Kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan bagian dari upaya bersama untuk menyiapkan talenta yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan budaya kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri,” tambahnya.

Dukungan tersebut mendapat apresiasi dari Direktur Poltekba Dr. Emil Azmanajaya. Menurutnya, panel listrik 3 phasa akan memberikan ruang lebih luas bagi mahasiswa untuk memahami sistem kelistrikan melalui pengalaman praktik.

“Kami mengapresiasi dukungan PLN melalui bantuan panel listrik 3 phasa ini. Fasilitas tersebut akan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami secara lebih konkret komponen, rangkaian, pemeriksaan, hingga pemeliharaan instalasi listrik,” kata Emil.

Selain meningkatkan keterampilan teknis, fasilitas praktik juga diharapkan dapat membentuk kebiasaan mahasiswa untuk bekerja secara teliti dan mengutamakan keselamatan.

“Keselamatan kerja merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kompetensi di bidang ketenagalistrikan. Kami berharap melalui fasilitas ini mahasiswa semakin terampil sekaligus memiliki kesadaran terhadap pentingnya bekerja secara aman dan sesuai prosedur,” lanjutnya.

Manager PLN UP2D Kaltimra Mohammad Roesdi menambahkan, panel listrik tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan oleh mahasiswa Poltekba.

Menurutnya, kompetensi di bidang ketenagalistrikan harus dibangun bersamaan dengan budaya keselamatan kerja.

“Di bidang ketenagalistrikan, kemampuan teknis harus selalu berjalan bersama budaya keselamatan. Kami berharap mahasiswa semakin terampil melalui fasilitas ini sekaligus terbiasa bekerja sesuai prosedur dan mengutamakan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja,” ujar Roesdi.

Ia juga berharap fasilitas tersebut dapat terus dirawat sehingga manfaatnya dapat dirasakan mahasiswa lintas angkatan.

“Keberhasilan program TJSL bukan hanya ketika bantuan diserahkan, tetapi ketika fasilitas tersebut benar-benar dimanfaatkan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang. Semoga panel ini dapat menjadi sarana belajar bagi mahasiswa Poltekba dan mendukung lahirnya talenta-talenta muda yang kompeten di bidang ketenagalistrikan,” tuturnya.

Melalui program TJSL ini, PLN UID Kaltimra terus mendorong kolaborasi dengan institusi pendidikan. Dukungan fasilitas praktik menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kompetensi teknis mahasiswa sekaligus mengenalkan budaya keselamatan sejak di bangku pendidikan.

Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan semakin siap menghadapi kebutuhan dunia kerja dan berkembang menjadi talenta muda yang kompeten di bidang ketenagalistrikan.

Dilihat 695 kali