Payload Logo
Kutim

Jalanan di Kutim (dok: istimewa)

Jembatan Sungai Lembak Ditutup, Jalur Alternatif Bengalon Masih Berupa Tanah Uruk

Penulis: Caca | Editor: Agu
12 Oktober 2026

KUTIM – Pengguna jalan yang melintasi Jembatan Sungai Lembak, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur (Kutim), perlu bersiap menghadapi pengalihan arus lalu lintas.

Pasalnya, jalur alternatif yang disiapkan untuk mengantisipasi penutupan jembatan masih dalam tahap pengerjaan dan belum sepenuhnya diperkeras.

Camat Bengalon Muhammad Harun Al Rasyid mengatakan, jalur alternatif melalui Sepaso Selatan dapat digunakan masyarakat selama pemasangan jembatan Bailey oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).

“Pengerasannya belum, ini masih tanah uruk. Mudah-mudahan progresnya bisa cepat. Nanti setelah tanah uruk, di atasnya akan kita pasangi batu merah lagi,” kata Harun saat ditemui di Kantor Bupati Kutai Timur, Senin (12/10/2026).

Ia menjelaskan, pengguna jalan dapat memilih jalur menuju Jalan Ken Arok atau Sempayang. Jarak tempuh melalui Jalan Ken Arok sekitar 13 kilometer, sedangkan rute Sempayang mencapai 14 kilometer.

Harun mengimbau masyarakat memperhatikan kondisi jalan alternatif tersebut selama pekerjaan berlangsung, terutama karena proses pengerasan jalan belum rampung.

Sementara itu, akses di Jembatan Sungai Lembak direncanakan ditutup sementara selama kurang lebih satu bulan untuk mendukung pemasangan jembatan Bailey.

Jembatan pengganti tersebut direncanakan memiliki bentang sepanjang 66 meter dengan lebar sekitar lima meter.

Terkait jadwal penutupan, Harun menyebut pelaksanaannya masih menunggu arahan dan koordinasi dengan BPJN.

Berdasarkan informasi sementara, penutupan diperkirakan dimulai pada 12 atau 13 Oktober 2026.

Penyelesaian jalur alternatif menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan agar mobilitas masyarakat tetap berjalan selama proses pemasangan jembatan berlangsung. (Adv)

Dilihat 693 kali
Berita Terkait
#Terpopuler