Payload Logo
s-301620251125184938372

PLN & IPERINDO Sepakat Kembangkan Galangan Kapal Hijau di Samarinda, Rabu (6/8). (dok : PLN)
||

Kaltim Menuju Galangan Kapal Bebas Emisi, PLN Pasok Listrik Ramah Lingkungan

Penulis: Han | Editor:
12 Agustus 2025

Samarinda — Menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) bersama pelaku industri maritim di Samarinda bersepakat untuk memperkuat ekosistem galangan kapal yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PLN dan sejumlah pelaku industri, yang berlangsung di Aula PLN UP3 Samarinda pada Rabu (6/8). Acara tersebut sekaligus menjadi ajang sosialisasi program Eco-Friendly Shipyard, sebuah inisiatif yang dirancang untuk mendukung pengurangan emisi dan peningkatan efisiensi di sektor galangan kapal.

General Manager PLN UID Kaltimra, M. Chaliq Fadli, menegaskan bahwa transformasi energi di sektor maritim membutuhkan kerja sama erat semua pihak.

“Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa transisi energi adalah agenda bersama. Kami optimis, melalui kemitraan strategis, Kalimantan Timur bisa menjadi model pengembangan galangan kapal hijau yang modern dan kompetitif,” ujarnya.

Salah satu langkah konkret yang diperkenalkan adalah program degensetisasi. Melalui program ini, perusahaan galangan kapal yang selama ini mengandalkan genset diesel didorong untuk beralih ke pasokan listrik PLN. Peralihan ini diharapkan dapat menekan biaya operasional, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, serta menyediakan pasokan energi yang lebih andal dan ramah lingkungan.

Manager PLN UP3 Samarinda, Hendra Irawan, menjelaskan bahwa degensetisasi menjadi pondasi utama konsep Eco-Friendly Shipyard yang mengusung lima pilar: Goodbye Genset, Secure Payment melalui sistem escrow, Power On Now untuk layanan multiguna, Tap for Power sebagai digitalisasi layanan, serta Fast Fix untuk percepatan instalasi listrik.

“Kebutuhan energi di sektor galangan kapal terus meningkat. Transformasi menuju pasokan listrik PLN yang lebih efisien bukan hanya soal penghematan biaya, tapi juga komitmen mengurangi emisi karbon,” kata Hendra.

Ketua DPC Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) Kaltim, Untung Surapati, menyambut baik langkah PLN.

“Dengan MoU dan program degensetisasi ini, pemenuhan kebutuhan listrik akan lebih mudah. Ini mendukung efisiensi, mempercepat peralihan dari genset, dan menunjang keberlanjutan industri. Kami siap bekerja sama,” ujarnya.

Selain membahas kelistrikan, kegiatan ini juga menyoroti tren global di industri maritim, seperti penggunaan bahan bakar alternatif (LNG, biofuel, hidrogen), otomasi kapal, pemantauan emisi berbasis IoT, hingga teknologi wind-assisted propulsion untuk mengurangi konsumsi bahan bakar.

PLN berharap, dengan semangat kemerdekaan dan kerja sama multipihak, program Eco-Friendly Shipyard dapat menjadi standar baru industri galangan kapal di Indonesia, dimulai dari Kalimantan Timur.

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Berita Terkait
#Terpopuler