KUTIM — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, mendorong pengembangan industri hilir dan kawasan ekonomi untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah di tengah masuknya investasi berskala besar.
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengatakan, sejumlah proyek strategis yang tengah dikembangkan di daerah itu diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Ardiansyah dalam malam puncak peringatan Hari Jadi ke-27 Kutai Timur di Ruang Akasia, Gedung Serba Guna Bukit Pelangi, Sabtu (24/10/2026).
Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah pembangunan industri hilirisasi batu bara menjadi metanol dengan nilai investasi sekitar Rp41 triliun.
Menurut Ardiansyah, proyek tersebut diarahkan untuk menghasilkan metanol yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam pengembangan energi baru.
Selain itu, Kutai Timur memiliki dua kawasan ekonomi utama, yakni Kawasan Industri BCIP yang terkait dengan PT BEC dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK).
Di kawasan Maloy, investasi PT Nan Berkah Mineral (PT NAM) mencapai Rp30 triliun. Proyek tersebut diperkirakan mulai memasuki masa produksi pada 2029 hingga 2030.
Ardiansyah berharap pengembangan industri dan kawasan ekonomi itu memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah, termasuk mendorong aktivitas usaha masyarakat dan memperluas kesempatan kerja.
Untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja, ia meminta Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja bersama instansi terkait memperkuat koordinasi agar masyarakat lokal dapat memanfaatkan peluang yang muncul dari investasi tersebut.
Ia juga mengapresiasi kontribusi sektor pertambangan dan perkebunan terhadap perekonomian Kutai Timur serta menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk melanjutkan program pembangunan.
Di luar sektor industri, Pemkab Kutim turut menantikan keputusan pemerintah pusat mengenai penetapan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat sebagai geopark nasional. Kawasan yang memiliki nilai arkeologi penting itu berpotensi mendukung pengembangan pariwisata dan pelestarian warisan prasejarah.
Ardiansyah menyampaikan hal tersebut dalam rangkaian peringatan HUT ke-27 Kutai Timur yang juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada sponsor utama kegiatan dan wajib pajak, serta pertunjukan Tari Jepen Pesona Ramadan dan Magic Land Kutai Timur. (Adv)




