Payload Logo
k-696820251125184744557

Manajemen PLN memantau langsung kinerja operasional melalui pusat kendali digital yang menampilkan data real-time sistem kelistrikan nasional. Transformasi digital seperti ini menjadi fondasi utama keberhasilan PLN masuk dalam daftar Fortune Global 500 2025, sekaligus memperkuat efisiensi, keandalan layanan, dan pengembangan bisnis beyond kWh. (Dok: PLN)

PLN Tembus Fortune Global 500 Berkat Lompatan Transformasi dan Strategi Beyond kWh

Penulis: Han | Editor:
3 Agustus 2025

Jakarta — PT PLN (Persero) menorehkan sejarah baru dengan masuk dalam daftar prestisius Fortune Global 500 tahun 2025. Pencapaian ini sekaligus menempatkan PLN sebagai salah satu perusahaan dengan pendapatan terbesar di dunia, hasil dari transformasi menyeluruh dan diversifikasi bisnis yang agresif di luar sektor kelistrikan konvensional.

Masuknya PLN dalam daftar ini bukan sekadar pencapaian simbolis, melainkan cerminan dari keberhasilan langkah strategis perusahaan dalam menjalankan transformasi digital dan pengembangan bisnis beyond kWh. Pada 2024, PLN mencatat pendapatan beyond kWh sebesar Rp13,23 triliun, tumbuh signifikan 28,69% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp10,28 triliun.

Kontribusi pendapatan ini berasal dari berbagai sektor inovatif, mulai dari layanan jaringan dan telekomunikasi melalui Iconnet, sertifikat energi terbarukan (REC), pengembangan infrastruktur kendaraan listrik (EV), layanan digital berbasis energi, hingga solusi sistem manajemen energi dan platform smart grid.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa masuknya PLN dalam Fortune Global 500 merupakan pengakuan terhadap kemampuan adaptif dan daya saing PLN di tengah dinamika global.

"Prestasi ini merupakan bukti keberhasilan transformasi digital dan beyond kWh yang kami jalankan. Ini bukan hanya pengakuan terhadap skala usaha kami, tetapi juga terhadap ketahanan dan ketangguhan model bisnis PLN dalam menghadapi tantangan masa depan,” ujar Darmawan.

Transformasi digital, menurut Darmawan, menjadi fondasi utama dalam mempercepat elektrifikasi, memperluas penggunaan energi bersih, sekaligus meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan pelanggan. Proses ini mencakup lebih dari sekadar adopsi teknologi, tetapi juga perubahan kultur, proses kerja, hingga pendekatan terhadap pelanggan.

“PLN harus hadir tidak hanya sebagai penyedia listrik, tetapi sebagai penyedia solusi energi. Transformasi ini membuat kami lebih adaptif, modern, dan terhubung secara real-time dengan pelanggan,” jelasnya.

Lebih dari itu, strategi beyond kWh menjadi lompatan besar PLN dalam memperluas cakupan bisnis. Dengan pendekatan yang lebih customer-centric, PLN kini menyediakan layanan energi terintegrasi berbasis inovasi, teknologi, dan keberlanjutan.

“Kami tidak lagi hanya bicara kilowatt-hour, tapi tentang bagaimana pelanggan bisa mengelola energi mereka secara efisien, mudah, dan berkelanjutan. Ini adalah bentuk nyata visi PLN sebagai perusahaan Energy as a Service (EaaS),” lanjut Darmawan.

Ke depan, PLN akan terus memperluas kontribusinya melalui pengembangan teknologi berbasis Internet of Things (IoT), sistem pengukuran cerdas (smart metering), serta pembentukan ekosistem energi berbasis komunitas dan industri. Langkah ini sejalan dengan agenda nasional transisi energi dan komitmen global terhadap dekarbonisasi.

Masuknya PLN dalam daftar Fortune Global 500 tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga menandai era baru bagi BUMN energi ini dalam mewujudkan ekosistem ketenagalistrikan yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Berita Terkait
#Terpopuler