PENAJAM — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, resmi membuka kran investasi bagi pembangunan pabrik pengolahan tepung ikan di wilayahnya. Langkah strategis ini masuk dalam skema Investment Project Ready to Offer (IPRO) guna meningkatkan nilai tambah produk perikanan tangkap serta memperkuat hilirisasi sektor kelautan lokal.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten PPU, Andi Trasodiharto, mengungkapkan bahwa PPU menyimpan potensi melimpah bahan baku berupa ikan rucah yang diperkirakan menembus 120.000 ton per tahun.
Sayangnya, potensi besar ini belum terkelola secara optimal di dalam daerah dan justru lebih banyak diangkut untuk memenuhi pasokan pabrik pengolahan di kabupaten tetangga, seperti Kabupaten Paser.
“Hasil tangkapan nelayan kita cukup besar, sekitar 120 ribu ton ikan rucah. Namun, sebagian besar justru diambil oleh kabupaten sebelah untuk memasok kebutuhan pabrik mereka. Padahal ikannya hampir sebagian besar berasal dari PPU,” ujar Andi, Senin (12/10/2026).
Melihat tingginya nilai ekonomi yang hilang akibat pengiriman bahan mentah ke luar daerah, Pemkab PPU secara aktif mengajak para pelaku usaha untuk menanamkan modalnya di Benuo Taka.
“Makanya itu, kami sangat menyarankan bahkan mendorong bagi para investor masuk untuk membangun pabrik tepung ikan langsung di sini,” lanjutnya.
Hadirnya pabrik tepung ikan secara mandiri diproyeksikan mampu memangkas rantai pasok dan biaya logistik secara signifikan. Guna mempercepat realisasi investasi, Dinas Perikanan PPU telah menyiapkan dua lokasi bernilai strategis yang berada di pusat aktivitas nelayan pesisir, yakni Tanjung Tengah dan Waru.
“Di Tanjung Tengah maupun Waru sudah menjadi titik-titik tempat berkumpulnya para nelayan. Jika pabrik dibangun di kawasan tersebut, pasokan bahan baku ikan rucah dapat langsung diserap secara cepat dan efisien,” pungkasnya.
Selain menyiapkan titik lokasi strategis, Pemkab PPU juga berkomitmen memberikan kemudahan proses perizinan dan pendampingan bagi calon investor demi menciptakan iklim investasi yang sehat dan menyejahterakan nelayan lokal. (Adv)






