PENAJAM — Peningkatan kompetensi tenaga pendidik menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan pendidikan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Muhtar, menghadiri pelatihan Roll Out Modul 3 untuk guru yang diselenggarakan oleh Otorita IKN (OIKN) bekerja sama dengan Tanoto Foundation.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Eselon I Lantai 4, Tower 3 Kemendagri 3.
Pelatihan ini secara khusus menyasar peningkatan kompetensi guru dan fasilitator daerah dalam tiga mata pelajaran inti, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Muhtar mengatakan, pengembangan kemampuan guru diperlukan untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.
Guru tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga perlu memiliki kemampuan untuk menyampaikan pelajaran secara efektif agar lebih mudah dipahami peserta didik.
“Pelatihan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi guru, khususnya dalam mengembangkan kualitas pembelajaran pada mata pelajaran inti seperti Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA,” tutur Muhtar, Jumat (9/10/2026).
Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN bersama Tanoto Foundation. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas tenaga pendidik di kawasan IKN dan daerah sekitarnya.
Penguatan kompetensi pada mata pelajaran inti dinilai penting karena ketiganya menjadi fondasi bagi kemampuan dasar siswa.
Bahasa Indonesia mendukung kemampuan membaca dan memahami informasi, Matematika mengembangkan penalaran, sedangkan IPA membantu siswa memahami fenomena alam melalui proses pembelajaran yang terstruktur.
Menurut Muhtar, peningkatan mutu pendidikan membutuhkan dukungan tenaga pendidik yang terus mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya.
Karena itu, kesempatan mengikuti pelatihan perlu dimanfaatkan untuk memperkaya metode pembelajaran yang diterapkan di sekolah.
“Peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan tenaga pendidik yang kompeten. Karena itu, guru perlu terus mengembangkan kemampuan agar dapat memberikan pembelajaran yang lebih baik kepada peserta didik,” ucapnya.
Bagi Kabupaten PPU, peningkatan kualitas guru menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi perkembangan kawasan IKN.
Sebagai daerah penyangga, PPU turut menghadapi kebutuhan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan seiring dengan pertumbuhan kawasan dan masyarakat.
Kolaborasi antara OIKN dan Tanoto Foundation juga memperlihatkan keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung pengembangan pendidikan.
Kerja sama semacam ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas tenaga pendidik melalui program peningkatan kompetensi yang terarah.
Diharapkan juga mendorong agar pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar.
Dengan begitu, pelatihan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi berlanjut pada perbaikan proses pembelajaran di sekolah.
“Kami berharap materi yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah, sehingga peningkatan kompetensi guru bisa memberikan dampak nyata terhadap kualitas pendidikan,” pesannya.
Melalui pelatihan Roll Out Modul 3, peningkatan kapasitas guru diharapkan dapat mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih berkualitas.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengembangan sumber daya manusia di PPU dan kawasan IKN. (Adv)













