Payload Logo
PPU Usulkan 270 Rumah Tak Layak Huni, Hanya 200 Unit yang Disetujui

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) PPU, Riviana Noor. (istimewa)

PPU Usulkan 270 Rumah Tak Layak Huni, Hanya 200 Unit yang Disetujui

Penulis: Derby | Editor:
10 Oktober 2026

PENAJAM — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) hanya memperoleh alokasi perbaikan 200 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari pemerintah pusat. Jumlah tersebut memangkas usulan awal Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) PPU yang mengajukan sebanyak 270 unit rumah, sehingga tersisa 70 unit yang belum terakomodasi.

Kepala Dinas Perkimtan PPU, Riviana Noor, mengonfirmasi bahwa seluruh data calon penerima manfaat sebenarnya telah diunggah secara lengkap melalui sistem MyPKP Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

“Untuk sementara belum ada alokasi tambahan selain 200 unit itu,” ungkap Riviana, Sabtu (10/10/2026).

Riviana membeberkan bahwa pihaknya belum mengetahui secara pasti alasan rasionalisasi kuota oleh pusat tersebut, apakah dipengaruhi oleh efisiensi anggaran pusat atau faktor pertimbangan teknis lainnya.

Untuk 200 unit yang telah disetujui, eksekusi pengerjaan fisik di lapangan dibagi ke dalam tiga gelombang skema penyaluran. Tahap 3 sebanyak 69 unit saat ini telah mencapai progres pembangunan sekitar 50 persen. Sementara Tahap 8 sebanyak 64 unit masih dalam proses pendistribusian material, dan Tahap 9 sebanyak 67 unit memasuki fase penunjukan vendor toko bahan bangunan.

“Kalau tahap 9, 67 unit saat ini dalam tahap penunjukan toko. Jadi totalnya 200 unit,” akunya.

Di samping kucuran dana APBN pusat, Kabupaten PPU juga mendapatkan suntikan dana perbaikan RTLH sebanyak 50 unit dari Pemerintah Provinsi Kaltim serta mengalokasikan 21 unit melalui APBD PPU.

Dengan akumulasi bantuan dari tiga sumber pendanaan tersebut, total perbaikan RTLH di PPU mencapai 271 unit. Riviana menduga keberadaan alokasi dampingan dari provinsi dan daerah ini turut menjadi pertimbangan pusat dalam membatasi kuota.

“Sampai saat ini, bantuan revitalisasi rumah masih berprogres dengan rata-rata pencapaian sekitar 50 persen,” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten PPU berharap realisasi program RTLH ini dapat secara bertahap mengentaskan kawasan permukiman kumuh serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah. (Derby)

Dilihat 693 kali
Berita Terkait
#Terpopuler