KUBAR — Anggota DPRD Kutai Barat (Kubar), Agus Sopian menerima aspirasi warga terkait kebutuhan air bersih saat Reses III Masa Sidang III Tahun 2026 di Kampung Awai, Mu’ut dan Pepas Eheng.
Warga di tiga kampung tersebut masih kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan, kondisi itu tidak hanya terjadi di musim kemarau.
“Saya melaksanakan reses di Kampung Awai, Mu’ut dan Pepas Eheng. Tiga kampung itu membutuhkan jaringan untuk mengalirkan air bersih,” ungkap Agus kepada Katakaltim, Rabu 07 Oktober 2026.
Katanya, sumber air di wilayah tersebut sebenarnya sudah tersedia. Namun lokasinya cukup jauh di kawasan pegunungan.
Kondisi itu menjadi salah satu kendala untuk mengalirkan air ke pemukiman warga. Untuk itu, warga meminta bantuan pemasangan pipa.
“Sumber airnya ada. Tetapi untuk mengalirkan ke kampung belum ada sarananya,” tukasnya.
Agus menjelaskan, warga tiga kampung itu juga sangat berharap penyambungan jaringan PDAM.
Namun, layanan PDAM masih sampai di arah Engkuni dan belum masuk kampung.
“PDAM menuju Pepas Eheng masih jauh, apalagi ke Mu’ut dan sampai ke ujung. Jadi, solusinya memang harus mengambil sumber air dari gunung dan dialirkan melalui pipa,” paparnya.
Aspirasi tersebut sudah dibawa dalam rapat paripurna DPRD Kubar pada 05 Oktober 2026.
Hasil reses kemudian diteruskan kepada pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti.
Selain air bersih, lanjut Agus, warga Kampung Awai mengeluhkan kondisi tegangan listrik yang rendah. Kondisi itu sangat mengganggu aktivitas warga.
“Di Kampung Eheng, pasokan listriknya gabung dengan Eheng sehingga tegangannya rendah. Mereka menginginkan PLN membuat trafo sendiri,” paparnya.
Menindaklanjuti aspirasi itu, Agus menyampaikan akan segera berkoordinasi dengan PLN terkait kebutuhan trafo di Kampung Awai.
Sehingga keluhan soal tegangan listrik mendapat perhatian dari pihak terkait. (Jantro)














