PENAJAM – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus menjadi perhatian pemerintah daerah.
Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU mendorong koordinasi lebih intensif antara sekolah, penyelenggara program, dan instansi terkait untuk memastikan distribusi makanan kepada peserta didik berjalan sesuai ketentuan.
Upaya tersebut tidak hanya menyangkut pemerataan penerima manfaat, tetapi juga memastikan makanan yang disediakan memenuhi standar keamanan dan kelayakan konsumsi.
Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat, menyebut keterlibatan satuan pendidikan sangat diperlukan karena sekolah berhubungan langsung dengan para penerima manfaat.
Komunikasi dengan pihak penyelenggara juga menjadi bagian penting untuk mengantisipasi persoalan yang berpotensi muncul selama program berlangsung.
Dalam ketentuan yang berlaku, pemeriksaan operasional SPPG mengacu pada 14 indikator dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Penilaiannya meliputi keamanan pangan, sanitasi, legalitas, kompetensi tenaga kerja, hingga ketersediaan fasilitas pendukung.
Durajat menilai program MBG memiliki keterkaitan dengan peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan anak.
“Asupan gizi yang terpenuhi diharapkan membantu pertumbuhan peserta didik serta mendukung kemampuan mereka dalam mengikuti pembelajaran,” ujarnya, Kamis (5/11/2026).
Ia juga menekankan perlunya komunikasi antarpihak agar berbagai persoalan teknis dapat diketahui lebih awal dan segera ditindaklanjuti.
“Kami ingin kendala dalam pelaksanaan MBG bisa dimitigasi. Koordinasi antarpihak sangat penting,” terangnya.
Berdasarkan data Disdikpora PPU, terdapat 12 SPPG aglomerasi yang telah beroperasi dengan cakupan 21.534 siswa penerima manfaat.
Rinciannya, tujuh unit berada di Kecamatan Penajam, dua unit di Kecamatan Sepaku, dua unit di Kecamatan Babulu, dan satu unit di Kecamatan Waru.
Adapun untuk wilayah terpencil, tercatat terdapat 10 SPPG. Namun, baru satu unit yang beroperasi, yakni SPPG di Kelurahan Jenebora.
Layanan tersebut menjangkau peserta didik SMPN 15 PPU, SDN 007, SDN 035, dan SDN 029.
Disdikpora berharap penguatan koordinasi dan pengawasan dapat membantu memastikan program MBG berjalan dengan baik.
“Harapannya program ini bisa berjalan dengan baik dan menjangkau sasaran yang telah ditetapkan, serta tetap memperhatikan kualitas dan keamanan makanan bagi para siswa,” pungkasnya. (Adv)














-300x195.jpg&w=3840&q=75)