Payload Logo
DPRD Kutim
q-971020251125184517344.jpg
Dilihat 691 kali

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud (dok: han/katakaltim)

Balikpapan Jadi Kota Percontohan Pengelolaan Sampah, Namun Lahan Pengelolaan Diprediksi Menyusut di 2026

Penulis: Han | Editor: Hilal
7 Juli 2025

BALIKPAPAN — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengasakan komitmennya menjaga kelestarian lingkungan dan kebersihan kota.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menyatakan buktinya Balikpapan sudah menjadi salah satu wilayah percontohan pengelolaan sampah terbaik di Indonesia.

“Alhamdulillah, Balikpapan kembali meraih Adipura Kencana. Dan tidak hanya itu, kami juga mendapat predikat pengelola sampah terbaik di Indonesia, bahkan mewakili Asia Tenggara,” ucapnya kepada awak media, Senin 7 Juli 2025.

Kata dia, pencapaian Balikpapan ini adalah kolaborasi semua pihak, mulai dari Forkopimda, tokoh agama, hingga warga kota.

“Kami tidak bisa jalan sendiri. Kami sangat mengandalkan sinergi dan dukungan semua pihak. Semua berperan menjaga kota ini tetap hijau dan nyaman ditinggali,” ungkapnya.

Lahan Menyusut

Pun demikian, di balik keberhasilan dalam meraih sejumlah penghargaan, ia mengingatkan tantangan terus mengintai.

Salah satunya keterbatasan lahan pengelolaan sampah yang diperkirakan akan habis pada tahun 2026.

Olehnya, dia mengajak pemerintah pusat, khususnya Kementerian Lingkungan Hidup, mendukung percepatan pembangunan fasilitas baru.

“Lahan kami semakin menipis, maka kami perlu dukungan dari pemerintah pusat. Kami sudah siapkan rencana pembangunan pengelolaan sampah yang baru, dan ini harus segera direalisasikan,” tegasnya.

Ungguli Jakarta

Politisi Golkar itu menyambungkan bicaranya, bahwa Balikpapan meraih predikat kota paling ramah lingkungan di Indonesia, mengungguli kota besar seperti Jakarta.

Mengutip data Kementerian Dalam Negeri, tingkat pencemaran Balikpapan hanya mencapai angka 6, jauh di bawah Jakarta yang disebut sudah di atas 100. Ini artinya, kata Rahmad, Balikpapan masih sangat asri dan sangat layak untuk dihuni.

“Dan dengan ditetapkannya Kaltim sebagai Ibu Kota Negara, tentu ini menjadi peluang sekaligus tanggung jawab besar bagi kami untuk menjaga kualitas lingkungan,” jelasnya. (*)