Payload Logo
Posyandu mawar hatum balikpapan

Foto kader posyandu Mawar Harum RT 12 Kelurahan Baru Ilir di Kecamatan Balikpapan Barat, pada tanaman hidroponik yang menjadi salah satu Program KALIANDRA PT Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan (dok:salsabilaresa/katakaltim)


Tangan-tangan Peradaban di Balikpapan

Penulis: Salsabila Resa | Editor: Agu
4 November 2026

BALIKPAPAN — Kota Minyak. Begitulah Balikpapan disebut. Hotelnya banyak. Pantainya luas. Jalanannya bersih. Tampaknya memang pantas dinamai Kota Beriman.

Julukan Kota Minyak tak lahir dari ruang kosong. Sejarahnya panjang. Bermula dari penemuan dan industri pengeboran minyak bumi.

Sampai kini Balikpapan berkembang. Bahkan maju. Ada kilangnya. Sangat besar. Dampak pembangunannya pun amat luas.

Letaknya di bagian Barat Kota Balikpapan. Berdiri kokoh kilang-kilang pengolahan minyak nasional. Tanda penting perjalanan panjang kota ini.

Wasiat Sejarah

Tidak semua yang tumbuh di sekitar kilang minyak berasal dari perut bumi.

Di balik tingginya pagar dan kompleks industri minyak tersebut, tersimpan cerita ‘Wasiat sejarah'. Bernama Kampung Baru. Kawasan tua dan bersejarah.

Wilayah itu menjadi penyangga berdirinya instalasi pengolahan kilang minyak era kolonial Belanda.

Kini di bawah penguasaaan negara lewat PT Pertamina (Persero), yang dikenal sebagai Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit V Balikpapan.

Seiring waktu, Kota Balikpapan terus bertumbuh. Industri berkembang, pembangunan berjalan. Dan wajah kota berubah mengikuti tuntutan zaman.

Tapi, seakan menolak lenyap di telan sejarah dan kemajuan Kota Balikpapan. Di Kampung Baru, hidup cerita lain.

Banyak sekali lahir 'local hero' (pahlawan lokal) sebagai penggerak masyarakat daerah itu.

Warga mulai produktif di bidang pertanian hidroponik, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga.

Penggeraknya adalah Suriyani. Ia juga merupakan kader Posyandu RT 12 Kelurahan Baru Ilir di Kampung Baru. Hatinya tergerak menghidupkan pangan warga di Asrama Bukit kawasan itu.

Tujuan awalnya semata-semata menambah produktifitas Kader Posyandu Mawar Harum.

Namun ternyata niat itu tumbuh subur, seperti selada, pakcoy, tomat dan sejumlah tanaman hidroponik yang ia kembangkan tepat berada di samping Posyandu.

Sebagai daerah tua di Balikpapan, kepadatan bangunan tak terhindarkan dari dataran pesisir ini. Membuat sulitnya lahan dan akses penguatan pangan.

Tapi melihat lahan tidur di samping posyandu, Suryani tak tinggal diam. Ia mengarahkan semua kader menghidupkan lahan seluas kurang lebih 150 meter persegi.

"Alhamdulillah dari sekadar mengisi produktivitas kader, sekarang bisa menjadi alternatif menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk penunjang dan edukasi gizi Posyandu Mawar Harum," ucapnya, saat ditemui, Rabu 4 November 2026.

Total ada 16 kader yang bersama-sama membangun ekosistem pangan di daerah tersebut.

Suriyani mengaku sangat bahagia mendapat antusiasme kader dan juga warga untuk menghidupkan pangan.

"Tentu kita sangat senang, karena semangat warganya enak diajak kerja sama," tuturnya.

Tak hanya kader, ada 2 lansia lainnya turut menjadi bagian produktif yang menghidupkan pangan warga.

Semenjak Posyandu bertransformasi melayani seluruh siklus hidup manusia atau Integrasi Layanan Primer, di mana lansia menjadi sasaran berdasarkan siklus hidup ini, mereka turut mengajak Fatmawati (72) dan Israni (63).

Israni, bahkan turut menjadi penjaga sejumlah tanaman tersebut. Mulai dari mengukur konsentrasi nutrisi air (TDS) hidroponik yang sesuai dengan PPM, juga mengganti tanaman yang layu atau rusak.

"Rutin pagi saya ke sini kadang-kadang jam 06.00 sudah ada di sini. Cuma nanti jam 9:00 saya pulang karena rumah saya dekat. Nanti nanti sore lagi jam 5:00, jam 4:00 ada sini sampai jam 6:00 sore lagi," kata pria lanjut usia itu.

Katanya, ketimbang bengong di rumah, ia memilih ikut menyalurkan bakat bercocok tanamnya. Sembari menjalani hidup yang produktif di masa tua.

Lagi pula, belakangan hasil pertanian mereka tak hanya mapan untuk memenuhi kebutuhan gizi peserta posyandu. Bahkan menjadi pendapatan tambahan untuk kas posyandu.

Kata Suriyani, yang juga merupakan Ketua Bidang Hidroponik Posyandu Mawar Harum, jika ada tanaman yang siap panen, akan disebarkan ke grup Whatsapp warga.

Hasilnya sangat diminati, dengan harga terjangkau. Kualitasnya pun tak kalah saing.

Meski begitu, penjualan bukan tujuan utama Suryani. Pemenuhan Gizi peserta posyandu dan edukasi gizi bagi masyarakat adalah yang utama.

Perhatian Luhur Pertamina

Ibarat gayung bersambut, upaya Suriyani dan para Kader Posyandu Mawar Harum, tidak berjalan sendirian.

Semangat mereka mendapat perhatian dari Corporate Social Responsibility (CSR), atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) V Balikpapan.

Mereka didukung lewat kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program KALIANDRA (Kampung Baru Ilir Mandiri, Indah & Sejahtera).

Community Development Officer (CDO), Rizqy Rayi mengaku, pihaknya bahkan menjadikan Posyandu ini sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.

Bahkan, Posyandu ini mengintegrasikan kesehatan, pangan, lingkungan hingga penguatan ekonomi warga. Atau yang disebut oleh PT Pertamina Patra Niaga sebagai program WASIAT (Warga Siaga Sehat).

Ia berharap, ke depan akan semakin banyak masyarakat yang sadar meningkatkan pengelolaan terutama di bidang kesehatan dan lingkungan.

"Karena memang di sini kita (CSR Pertamina Patra Niaga RU V) ingin fokus di bagian pengelolaan kesehatan dan lingkungan dulu," terangnya.

Setiap kelompok yang menjadi mitra CSR Pertamina Patra Niaga RU Balikpapan berkesempatan mendapatkan bantuan mulai Rp50-100 juta. Tergantung kegiatan dan jumlah anggota yang dilibatkan.

Area Manager Communication, Relations & CSR di PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) / Unit Balikpapan (RU V / RU Balikpapan), Dodi Yapsenang, mengatakan semangat masyarakat RT 12 Baru Ilir menjadi bahan bakar semangat pihaknya.

Ia juga meminta sejumlah kelompok masyarakat binaannya, utamanya RT 12 Keluarahan Baru Ilir, agar tetap konsisten dengan WASIAT yang saat ini dijalankan.

Di samping itu, Lurah Baru Ilir, Junaidi, mengaku sangat mengapresiasi peran masyarakat yang sangat antusias dalam kerja sosial ini.

"Kerja sosial ini ibaratnya tidak ada ada honor dan gajinya. Tapi patut kita syukuri ada warga yang mau melalukan itu, yang dengan sukarela membenahi lingkungan," jelasnya.

Ia juga mengapresiasi kader Posyandu Harum Mawar, yang tak memiliki basic pertanian. Tapi mampu menciptakan Posyandu sebagai pusat pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan kesehatan, pangan, lingkungan hingga penguatan ekonmi yang diakui oleh Pertamina.

Tangan-tangan Peradaban

Di sudut Kampung Baru, kehidupan tumbuh dari niat dan jemari warga yang merawat tanaman di lahan sempit.

Ada Suriyani, kader posyandu yang menggerakkan semangat lansia dan 16 rekannya. Mereka Mampu mengubah tanah tidur menjadi kebun hidroponik.

Dari kebun sederhana itu, Kampung Baru sedang menumbuhkan harapan baru tentang pangan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Dari kawasan sederhana itu, ada tanah yang terjaga. Ada sejarah yang dirawat. Ada sejarah yang dibuat. Dan ada Pertamina yang melanjutkan tangan-tangan peradaban di Balikpapan. (Caca)

Dilihat 703 kali