Payload Logo
Srikandi PLN UID Kaltimra

Srikandi PLN UID Kaltimra memberikan pelatihan tata boga kepada warga binaan perempuan Rutan Kelas IIA Balikpapan melalui program Srikandi Movement – Women Support Women. (dok : PLN)

Belajar Tata Boga di Rutan Balikpapan, Srikandi PLN UID Kaltimra Dorong Warga Binaan Perempuan Siap Mandiri

Penulis: Han | Editor:
1 Oktober 2026

Balikpapan – Masa pembinaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Balikpapan diisi dengan kegiatan yang dapat menjadi bekal bagi warga binaan perempuan untuk mempersiapkan kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Melalui program Srikandi Movement – Women Support Women, Srikandi PLN UID Kaltimra menghadirkan pelatihan tata boga bagi warga binaan perempuan Rutan Kelas IIA Balikpapan, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN yang tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas dan keterampilan penerima manfaat.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan pengetahuan sekaligus kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan tata boga. Keterampilan tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan selama masa pembinaan dan menjadi salah satu bekal ketika mereka kembali kepada keluarga dan masyarakat.

Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UID Kaltimra, Muchamad Meiryandi, mengatakan pemberdayaan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program TJSL PLN.

“Melalui program ini, kami ingin memberikan bekal keterampilan yang dapat terus diasah dan dikembangkan. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi salah satu modal bagi para warga binaan untuk berkarya, menjalankan aktivitas produktif, maupun mengembangkan peluang usaha ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat,” ujar Meiryandi.

Menurutnya, pelatihan keterampilan akan lebih bermakna apabila peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mempraktikkannya secara langsung.

Karena itu, pelatihan tata boga dilakukan secara bertahap agar peserta dapat mengikuti proses pembelajaran sekaligus mengembangkan pengalaman dan kemampuan yang dimiliki.

Ketua Srikandi PLN UID Kaltimra, Rizqi Nihayati, mengatakan kegiatan tersebut membawa semangat Women Support Women, yakni mendorong perempuan untuk saling mendukung, berbagi pengetahuan, dan membuka ruang untuk berkembang.

“Setiap perempuan memiliki potensi untuk belajar dan berkembang. Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan ruang bagi para warga binaan untuk memperoleh keterampilan baru sekaligus membangun kepercayaan diri bahwa mereka tetap memiliki kesempatan untuk berkarya dan menjadi lebih berdaya,” kata Rizqi.

Ia menjelaskan, tata boga dipilih karena merupakan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi kegiatan produktif.

“Harapannya, keterampilan ini dapat terus diasah, baik untuk kebutuhan pribadi dan keluarga maupun apabila nantinya ingin dikembangkan menjadi kegiatan usaha seperti menerima pesanan makanan,” lanjutnya.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Kepala Rutan Kelas IIA Balikpapan, Andre Silalahi. Menurutnya, pembinaan keterampilan memiliki peran penting dalam mempersiapkan warga binaan menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan.

“Kami menyambut baik kolaborasi bersama PLN UID Kaltimra. Pembinaan keterampilan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan warga binaan agar memiliki kemampuan yang dapat diterapkan dan dikembangkan setelah menyelesaikan masa pembinaan,” ujar Andre.

Selain memberikan keterampilan baru, kegiatan tersebut juga menjadi aktivitas positif bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

“Kami berharap para peserta dapat mengikuti seluruh tahapan pelatihan dengan baik, terus berlatih, dan memanfaatkan keterampilan yang diperoleh sebagai salah satu bekal untuk mempersiapkan diri kembali ke tengah keluarga dan masyarakat,” tambahnya.

Melalui Srikandi Movement – Women Support Women, PLN UID Kaltimra terus mendorong pelaksanaan TJSL yang berorientasi pada pemberdayaan. Pelatihan tata boga di Rutan Kelas IIA Balikpapan menjadi salah satu bentuk dukungan tersebut.

Lebih dari sekadar belajar memasak, keterampilan yang diberikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan perempuan untuk membangun kepercayaan diri, mengisi masa pembinaan dengan kegiatan produktif, serta mempersiapkan langkah menuju kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat. (Adv)

Dilihat 693 kali