Payload Logo
4-281220251125185421032.jpg

Dubes Indonesia untuk Kazakhstan Pajrul Rahman (kiri) bersama Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud (kanan) (dok: han/katakaltim)

Buka Pintu Ekspor, Dubes Indonesia Paparkan Peluang Kerja Sama Balikpapan dan Kazakhstan

Penulis: Han | Editor: Agu
28 Agustus 2025

BALIKPAPAN — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengintensifkan langkah diplomasi ekonomi dengan menjajaki kerja sama perdagangan dan investasi bersama Kazakhstan.

Hadir dalam pertemuan ini Dubes Indonesia untuk Kazakhstan Pajrul Rahman dan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud, di Balai Kota Balikpapan, Kamis 28 Agustus 2025.

Pajrul Rahman mengatakan, pertemuan ini adalah tindak lanjut dari diskusi sebelumnya dengan Pemkot Balikpapan.

Kunjungan ini juga dilakukan di Ibu Kota Nusantara (IKN), guna meninjau potensi perdagangan, ekspor, dan investasi di wilayah tersebut.

“Kami ke Kota Balikpapan untuk datang melihat langsung potensi, khususnya di sektor perdagangan. Salah satu yang dibahas adalah palm oil, karena itu salah satu komoditas ekspor utama Indonesia ke Kazakhstan,” tandasnya.

Kazakhstan sangat membutuhkan produk sawit, dan Indonesia memegang peranan penting sebagai pemasok utama.

Selain palm oil, sejumlah komoditas lain seperti produk perikanan juga mencuat sebagai potensi ekspor menjanjikan.

Negara Asia Tengah itu diketahui tidak memiliki laut, sehingga sangat bergantung pada impor produk perikanan dari negara lain.

“Banyak potensi yang bisa dikembangkan lebih jauh, termasuk kemungkinan kerja sama smelter untuk logam-logam tertentu. Indonesia sendiri masih mengimpor aero-alloy dari Kazakhstan,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari diplomasi ekonomi, rencananya akhir tahun ini Presiden Prabowo Subianto akan berkunjung ke Kazakhstan.

Momen tersebut akan dimanfaatkan untuk menyelenggarakan forum bisnis yang mempertemukan pengusaha kedua negara.

"Kami Pemkot Balikpapan dan pengusaha lokal pun didorong untuk turut serta dalam forum tersebut," ucapnya.

Dalam kunjungan ini, ia membawa 15 pengusaha asal Kazakhstan akan memaparkan minat dan rencana investasi mereka terhadap Kalimantan Timur, termasuk Balikpapan dan IKN.

“Kami ingin mencocokkan kebutuhan para pengusaha Kazakhstan dengan potensi yang ada di Balikpapan dan Kaltim. Ini upaya konkret agar perdagangan Indonesia - Kazakhstan bisa lebih seimbang. Saat ini nilai perdagangan mencapai hampir USD 1 miliar, tapi Indonesia masih defisit,” katanya.

Konsentrasi utama pengembangan saat ini difokuskan pada wilayah Kaltim dan IKN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru Indonesia.

Pemerintah berharap, dengan kunjungan delegasi dan keterlibatan aktif pelaku usaha, kerja sama ini bisa meningkatkan ekspor dan mengurangi defisit perdagangan dengan Kazakhstan.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyambut positif kunjungan Duta Besar Indonesia untuk Kazakhstan Pajrul Rahman ke Balikpapan.

Dalam pertemuan itu, Rahmad menyampaikan apresiasi dan harapannya agar kunjungan ini menjadi awal kerja sama strategis antara Balikpapan dan Kazakhstan di berbagai sektor.

"Ini merupakan kehormatan dan kesempatan besar bagi kami untuk memperkenalkan potensi daerah yang kami miliki," ujar Wali Kota.

Dia menekankan posisi geografis Balikpapan yang sangat strategis sebagai pintu gerbang utama Kaltim.

Dengan keberadaan pelabuhan laut dalam yang bisa disinggahi kapal-kapal besar, Balikpapan dinilai punya potensi besar menjadi pusat ekspor-impor di kawasan ini.

"Balikpapan satu-satunya kota di Kaltim yang memiliki pelabuhan laut dalam yang bisa dilalui kapal besar. Samarinda tidak bisa, Banjarmasin lewat sungai, Kalimantan Tengah juga terbatas. Maka dari itu, Balikpapan punya peluang besar menjadi hub perdagangan dan logistik internasional," jelasnya.

Wali Kota juga berharap agar Balikpapan meniru kesuksesan negara seperti Singapura yang mampu menjadi negara eksportir berbagai komoditas meskipun tidak memiliki sumber daya tersebut secara langsung.

"Singapura tidak punya minyak, tidak punya hutan, tidak punya sawit, tapi bisa menjadi eksportir minyak, kayu, dan CPO. Kami ingin Balikpapan juga bisa seperti itu — menjadi pusat industri dan distribusi dari potensi-potensi yang ada di sekitar kami," tuturnya.

Untuk itu Wali Kota berharap pertemuan ini dapat membuka jalan kerja sama di bidang energi, perikanan, ketahanan pangan, serta sektor-sektor strategis lainnya.

"Insya Allah, semoga kunjungan ini membawa manfaat dan membuka jalan kerja sama konkret. Kita juga siap menjalin komunikasi lebih lanjut, bahkan jika diperlukan, kami akan berkunjung ke Kazakhstan untuk mempererat hubungan bilateral ini," pungkasnya. (*)