Malinau – Kehadiran listrik PLN di Desa Tanjung Nanga, Kecamatan Malinau Selatan Hulu, Kabupaten Malinau, menghadirkan perubahan nyata yang dirasakan masyarakat. Tak hanya mempermudah aktivitas sehari-hari, listrik juga membuka kesempatan bagi desa tersebut untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah Pekan Pemuda Daerah (PPD) Sungai Malinau II yang berlangsung meriah pada 22–26 Juni 2026.
Kegiatan yang mempertemukan peserta dari tiga kecamatan—Malinau Selatan, Malinau Selatan Ilir, dan Malinau Selatan Hulu—serta melibatkan 25 desa di wilayah Sungai Malinau ini menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat Tanjung Nanga. Berbagai agenda seperti seminar kepemudaan, pertandingan sepak bola dan bola voli, lomba tarian tamborin, hingga lomba perahu berlangsung lancar dengan dukungan pasokan listrik yang andal.
Kepala Desa Tanjung Nanga, Roni Jonatan, mengatakan kehadiran listrik membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk mendukung terselenggaranya kegiatan berskala kecamatan.
"Selama ini kami memiliki keterbatasan ketika ingin mengadakan kegiatan pada malam hari. Kini, sejak listrik PLN hadir, masyarakat bisa menikmati seminar, pentas seni, dan berbagai acara dengan lebih nyaman. Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena akhirnya Tanjung Nanga mampu menjadi tuan rumah Pekan Pemuda Daerah," ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Panitia PPD Sungai Malinau II, Yansen Lancau. Menurutnya, listrik membuat seluruh rangkaian kegiatan berjalan lebih efektif sekaligus meningkatkan antusiasme masyarakat.
"Dukungan listrik membuat seluruh agenda berlangsung lancar. Peserta dan masyarakat dapat mengikuti setiap kegiatan hingga malam hari tanpa kendala. Ini menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi kami," katanya.
General Manager PLN UID Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Muchamad Chaliq Fadli, menegaskan bahwa pemerataan akses listrik tidak hanya menghadirkan penerangan, tetapi juga menjadi fondasi bagi kemajuan sosial, pendidikan, budaya, hingga pengembangan generasi muda di daerah terpencil.
"Listrik adalah energi yang membuka peluang. Kami bahagia melihat kehadiran listrik di Tanjung Nanga mampu mendukung ruang kreativitas pemuda, pelestarian budaya, sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat. PLN akan terus berupaya menghadirkan listrik yang andal agar manfaatnya dapat dirasakan semakin luas," ujar Chaliq.
Sementara itu, Manager PLN ULP Malinau, I Gusti Putu Putra Negara, menyampaikan komitmen PLN untuk terus mendampingi masyarakat dalam memanfaatkan listrik sebagai penggerak pembangunan desa.
"Kami berharap listrik dapat terus dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pendidikan, ekonomi, sosial, hingga pelestarian budaya. Melihat masyarakat semakin produktif dan berbagai kegiatan dapat terselenggara dengan baik menjadi semangat bagi kami untuk terus melayani," tuturnya.
Kini, bagi masyarakat Tanjung Nanga, listrik bukan sekadar sumber penerangan. Cahaya yang hadir sejak Februari 2026 telah menjadi awal lahirnya berbagai aktivitas baru yang mempererat persaudaraan, menghidupkan budaya lokal, dan memberi ruang bagi generasi muda untuk berkarya serta membangun masa depan yang lebih cerah. (Adv)











