NUSANTARA — DPR RI menilai Ibu Kota Nusantara (IKN) memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai pusat penyelenggaraan kegiatan Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) sekaligus destinasi wisata baru bertaraf internasional.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, saat berkunjung ke IKN pada Jumat (10/7/2026).
Rahayu mengatakan, daya tarik IKN sudah mulai terbentuk meski seluruh fungsi pemerintahan belum sepenuhnya berpindah ke Nusantara.
Menurut dia, kondisi tersebut justru membuka peluang untuk mulai mengembangkan sektor pariwisata dan memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Sebelum kita berfungsi, maksudnya eksekutif, legislatif, yudikatif, sebenarnya ada kesempatan nanti, Pak (Basuki), untuk membuka terlebih dahulu agar pengunjung bisa datang. Itu ada kesempatan juga untuk UMKM bisa mulai menata mau masuk di mana," ucap Rahayu kepada Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.
Ia menilai konsep pembangunan IKN yang memadukan arsitektur modern dengan identitas Indonesia menjadi keunggulan khas.
Ke depan, keberadaan hotel, fasilitas MICE, hingga kawasan konservasi satwa endemik diyakini bakal semakin memperkuat daya saing IKN sebagai destinasi baru berkelas dunia.
"Tentunya ini akan menjadi daya tarik untuk Kalimantan Timur, daya tarik untuk Balikpapan dan Samarinda,” tuturnya.
“Tadi kita juga sudah mencoba jalan tolnya, sangat lancar, mulus, luas sekali. Jadi saya rasa ini mudah-mudahan bisa menambah animo, bukan hanya lokal tetapi juga dari internasional, untuk melihat bahwa Indonesia memiliki ibu kota negara baru yang sangat futuristik," tukasnya.
Rahayu optimis konsep pembangunan IKN yang mengedepankan kota modern, hijau, dan tetap menampilkan identitas Indonesia. akan menjadikan Nusantara sebagai pusat berbagai agenda internasional sekaligus kebanggaan masyarakat Indonesia.
"Sabar karena tentunya masih dalam rangka pembangunan. Nanti kan, karena ini sangat luar biasa dan tidak seperti kota-kota di Indonesia yang lainnya, tetapi sangat merepresentasikan Indonesia. Saya rasa semua akan bangga bahwa Indonesia punya IKN," tutupnya. (Han)














