KUBAR — Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menargetkan empat medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 yang akan digelar di Kabupaten Paser.
Target itu dipasang setelah atlet tenis Kutai Barat berhasil meloloskan seluruh nomor yang diikuti pada Babak Kualifikasi (BK) Porprov 2025.
Ketua PELTI Kubar, Miranda, menyambut positif hasil yang diraih para atlet pada ajang BK Porprov. Pencapaian itu dinilai menjadi gambaran perkembangan atlet tenis sekaligus bekal menghadapi Porprov tahun ini.
“Hasil BK menjadi modal yang cukup baik bagi atlet-atlet kami. Target empat emas di Porprov,” ujar Miranda disela-sela kunjungan Ketua KONI Kubar, Alsiyus di Lapangan Tenis Dispora Kubar, Sabtu 30 Mei 2026.
Pada kesempatan itu, Miranda turut mengapresiasi kunjungan Ketua KONI Kubar yang meninjau langsung latihan atlet tenis. Perhatian yang diberikan KONI menjadi motivasi bagi para atlet dan pelatih.
“Kehadiran Ketua KONI menjadi bentuk nyata dukungan terhadap pembinaan dan pengembangan tenis lapangan di Kutai Barat,” sebutnya.
Miranda menjelaskan, PELTI Kutai Barat akan menurunkan delapan atlet pada Porprov 2026, terdiri dari empat atlet putra dan empat atlet putri.
Saat ini, seluruh atlet terus menjalani program latihan secara intensif guna mematangkan persiapan menghadapi ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Sementara itu, Pelatih Tenis Lapangan Kubar, Ahmad Junaidi, mengatakan seluruh nomor yang diikuti tim tenis Kubar pada BK Porprov berhasil mengamankan tiket ke Porprov 2026.
Tak hanya meloloskan seluruh nomor pertandingan, tim tenis Kubar juga membawa pulang satu medali perak dan empat medali perunggu dari ajang kualifikasi tersebut.
“Alhamdulillah, seluruh nomor yang kami ikuti berhasil lolos ke Porprov. Ini menjadi modal yang cukup baik untuk menghadapi pertandingan nanti,” terangnya.
Meski seluruh nomor berhasil lolos ke Porprov, Ahmad menyebut tim masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait ketersediaan perlengkapan latihan dan pertandingan.
“Kami pernah mengalami atlet yang raketnya patah saat pertandingan final di BK. Kebutuhan perlengkapan sangat penting untuk menunjang performa atlet,” ungkapnya.
Ahmad menambahkan, PELTI Kubar juga terus melakukan pembinaan atlet usia dini. Saat ini, 10 atlet junior berusia 3 hingga 12 tahun rutin mengikuti latihan sebagai bagian dari regenerasi atlet tenis daerah.
“Kalau di BK kami meraih satu perak dan empat perunggu, maka di Porprov nanti target kami empat medali emas,” tutupnya. (Jantro)











