KUTIM — Suasana haru bercampur bangga mewarnai acara perpisahan Angkatan Pertama SD Eka Tjipta 01 Filial Telen–Bukit Subur yang digelar di wilayah Bukit Subur, Desa Juk Ayaq, Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur.
Kegiatan ini menjadi momentum bersejarah karena menandai lahirnya lulusan perdana sekolah tersebut sejak berdiri melayani pendidikan bagi anak-anak di lingkungan perkebunan.
Acara berlangsung meriah dengan dihadiri jajaran pimpinan Bukit Subur Estate. Hadir dalam kesempatan itu Manajer Bukit Subur Estate Sutrisno, Askep Manajer Juli Frendi H. Purba, KTU Ani Iskandar, Asisten Divisi 1 Muhammad Juandi, Asisten Divisi 3 Wayan Widiantara, serta Anwar Prayogi selaku RSPO.
Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di kawasan tersebut.
Wakil Kepala Sekolah sekaligus Koordinator SD Eka Tjipta 01 Filial Telen–Bukit Subur, Mastuki, dalam sambutannya mengajak para orang tua untuk terus mendampingi dan memberikan motivasi kepada anak-anak tanpa menjadikan nilai akademik sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.
Menurutnya, setiap anak memiliki potensi yang berbeda dan membutuhkan dukungan agar dapat berkembang secara optimal.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga tutur kata dalam mendidik anak, karena ucapan negatif dapat memengaruhi kepercayaan diri dan perkembangan psikologis mereka.
“Perjalanan anak-anak masih panjang. Prestasi akademik bukan satu-satunya penentu masa depan. Yang terpenting adalah bagaimana mereka terus belajar, berusaha, dan mendapatkan dukungan dari keluarga,” ucapnya.
Pesan serupa disampaikan Manajer Bukit Subur Estate, Sutrisno. Ia menekankan pentingnya membangun karakter tangguh sejak dini agar anak-anak mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Menurutnya, orang tua tidak boleh selalu memenuhi seluruh keinginan anak karena mereka perlu belajar menghadapi kesulitan dan memahami proses untuk mencapai sesuatu.
Dalam kesempatan tersebut, Sutrisno juga membagikan kisah inspiratif Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur, Mulyono.
Ia menceritakan bagaimana Mulyono semasa sekolah harus menempuh perjalanan jauh sambil membantu orang tua berjualan sayur.
Meski hidup dalam keterbatasan, semangat belajar yang tinggi mengantarkannya hingga dipercaya memimpin Dinas Pendidikan Kutai Timur.
Selain prosesi pelepasan siswa kelas VI, acara semakin semarak dengan berbagai penampilan seni yang dibawakan siswa-siswi dari kelas I hingga kelas V.
Beragam pertunjukan seperti tarian daerah dan drama musikal berhasil memukau para tamu undangan, orang tua, serta seluruh hadirin.
Setiap penampilan mendapat sambutan hangat berupa tepuk tangan dan sorak bangga dari para penonton.
Pentas seni tersebut menjadi wadah bagi para siswa untuk menampilkan bakat, kreativitas, serta hasil pembinaan yang selama ini dilakukan oleh para guru.
Momen paling mengharukan terjadi saat prosesi Basuh Kaki Ibu yang dipandu oleh Sinarti. Dalam suasana penuh emosional, para siswa membasuh dan mengusap kaki ibu mereka sebagai simbol penghormatan, rasa syukur, dan bakti kepada orang tua.
Tangis haru tak terbendung ketika para siswa memeluk ibu masing-masing sambil menyampaikan ucapan terima kasih serta permohonan maaf atas kesalahan yang pernah dilakukan.
Prosesi tersebut mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam perjalanan hidup dan pendidikan anak.
Pada tahun kelulusan pertamanya, SD Eka Tjipta 01 Filial Telen–Bukit Subur berhasil meluluskan 11 siswa-siswi.
Capaian ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan sekolah untuk terus mencetak generasi yang berakhlak, berilmu, dan berprestasi.
Dalam kesempatan yang sama, penghargaan sebagai Siswa Terbaik Angkatan Pertama diberikan kepada Alkhalifi Zikri Hady Pratama.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi, kedisiplinan, dan semangat belajar yang ditunjukkannya selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
Perpisahan ini menjadi akhir dari satu tahap perjalanan pendidikan sekaligus awal langkah menuju jenjang yang lebih tinggi.
Dengan bekal ilmu, dukungan keluarga, serta semangat untuk terus belajar, para lulusan diharapkan mampu meraih cita-cita dan menjadi generasi penerus bangsa yang membanggakan. (Caca)










