Payload Logo
PDA Kubar

Ketua Presidium Dewan Adat (PDA) Kabupaten Kubar, Yurang. (Dok: KataKaltim/Jantro)

Marak Karhutla, Presidium Dewan Adat Kubar Imbau Warga Hindari Pembakaran Sengaja

Penulis: Jantro | Editor: Hilman
9 Oktober 2026

KUBAR — Presidium Dewan Adat (PDA) Kabupeten Kutai Barat (Kubar) mengimbau warga tidak melakukan pembakaran secara sengaja di tengah maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Imbauan itu disampaikan menyusul maraknya karhutla di Tanaa Purai Ngeriman dalam satu bulan terakhir. Kabut asap pun semakin tebal menyelimuti wilayah Kubar.

“Karhutla ini segeger bukan ulah dari petani yang membakar ladang. Tapi lebih kepada faktor kesengajaan,” ujar Ketua PDA Kubar, Yurang kepada Katakaltim, Kamis 08 Oktober 2026.

Ditegaskannya, masyarakat adat tidak bisa begitu saja dikaitkan sebagai penyebab Karhutla. Karena, masyarakat yang berladang memiliki kearifan lokal dalam membuka lahan.

Yurang menjelaskan, masyarakat adat memiliki sejumlah tahapan saat membuka lahan. Salah satunya membuat sekat di sekeliling ladang sebelum pembakaran.

Sekat itu dibersihkan agar api tidak merambat keluar ladang. Masyarakat juga menyiapkan bambu berisi air sebagai antisipasi jika api keluar daeri area ladang yang dibuka.

Untuk mengantisipasi api merambat, masyarakat adat menggunakan daun nenas pada bagian sekat yang dinilai rawan.

“Daun nenas itu anti api. Jadi kalau ada api merambat, daun nenas bisa membantu memadamkan api,” paparnya.

Kata Yurang, masyarakat adat juga memiliki ritual jomit burai sebelum membuka ladang. Ritual menggunakan telur ayam dan beras.

“Jomit Burai ini kami percaya sebagian dari upaya meminta bantuan roh leluhur agar api tidak meluar,” ungkapnya.

Lanjutnya, pembakaran ladang oleh masyarakat adat tidak dilakukan sembarangan. Ada tahapan untuk mencegah api meluas ke luar ladang.

Sejumlah titik karhutla di Kubar dalam beberapa waktu terakhir turut disoroti. Sebab, sumber api di sejumlah lokasi belum diketahui.

Kondisi itu dinilai perlu mendapat perhatian serius. Pihak terkait diminta menginventarisasi titik-titik kebakaran untuk mengetahui asal api dan penyebabnya.

Tim terkait, termasuk Denpom dan Dandim, diminta melakukan penindakan serta menelusuri asal-usul kebakaran di Kubar.

Ia menduga ada faktor korporat (perusahaan) yang sengaja membakar lahan untuk kepentingan penguasaan lahan.

“Ada kemungkinan orang dibayar untuk membakar lahan sebelum kemudian dikuasai,” terangnya.

Untuk itu, Yurang meminta pihak terkait menelusuri asal kebakaran dan mengungkap pihak yang berada dibaliknya.

“Masyarakat adat tidak boleh dijadikan kambing hitam atas maraknya Karhutla di Kubar,” tutupnya. (Jantro)

Dilihat 710 kali