Dibaca
149
kali
Sigit Alfian bersama Najirah (aset: katakalatim)

Najirah-Aswar Ketemu Sigit Alfian Bahas Sinkronisasi Visi-misi Kepala Daerah

Penulis : Agu
13 September 2024
Font +
Font -

BONTANG — Bapaslon kepala daerah Kota Bontang Najirah-Aswar melakukan pertemuan dengan mantan Kepala Kesbangpol Sigit Alfian pada Jumat (13/9/2024) siang.

 

Sigit mengatakan pembicaraannya dengan Najirah terkait dengan sinkronisasi visi-misi. Apakah bapaslon Najirah-Aswar bisa mengakomodir atau tidak setelah mereka meraih kemenangan dalam Pilkada.

Baca Juga: Paslon kepala daerah Bontang Najirah Aswar saat menjawab tantangan difabel di Kota Bontang dalam debat publik kedua di Kota Samarinda. (aset: tangkapan layar/Youtube KPU Bontang)Tanggapan Paslon 3 Najirah-Aswar Ihwal Kebijakan Terhadap Difabel

“Pembicaraannya cukup lama. Banyak hal lah yang dibahas. Tapi belum final. Kita akan melihat visi-misi kita yang kemarin. Bisa diakomodir nggak. Dan kemungkinannya seperti apa setelah menang,” ucapnya kepada katakaltim.

Baca Juga: Bacalon Wali Kota Bontang Najirah saat mendaftar di KPU Bontang (aset: Sandi/katakaltim)Antar Bapaslon “Juara” ke KPU Bontang, Wanita Paruh Baya Sebut Najirah Orangnya Lembut, Penyayang dan Tidak Sombong

Sigit menyampaikan alasan mengapa harus menghubungkan visi-misi dia dengan Najirah-Aswar, karena dia membawa gerbong yang besar.

“Karena kita kan bawa gerbong yang besar. Kalau kita mendukung, setelah itu tidak jelas yahh kita kan bawa masyarakat besar ya,” ucapnya.

“Sehingga kalau saya bisa bergabung, saya bisa ikut bertanggungjawab kepada masyarakat. Dan yahh kira-kira nanti ada sinkronisasi visi-misi lah,” tambahnya.

Pada prinsipnya menurut Sigit siapa pun calon yang nanti punya visi-misi sejalan dengan pihaknya, kemudian dapat dijadikan sebagai skala prioritas, maka dia akan mendukung.

“Jika program unggulannya tepat sasaran ya, kita berangkat sama-sama. Karena kan kita ingin mengambil hati masyarakat,” tukasnya.

Ditanyai sudah berapa kandidat yang berkunjung ke dia, Sigit mengatakan sudah ada dua. Kandidat lainnya hanya menghubungi melalui telpon.

“Kalau yang lainnya nelpon. Yang datang baru dua. Bu Najirah sama pak Sofyan dan bu Neni,” terangnya. (*)

Font +
Font -
# ePaper
Lebih Banyak >