Payload Logo
Kutim

Warga Kutim gelar aksi unjuk rasa memperingati Hari Al-Quds Internasional, Jumat 13 Maret 2026 (dok: Agung/katakaltim)

Warga Kutim Gelar Aksi Unjuk Rasa Al-Quds, Tolak Penjajahan dan Eksistensi Zionis Israel

Penulis: Agung | Editor:
14 Maret 2026

KUTIM — Puluhan warga Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Zionis (ANAZ) menggelar aksi unjuk rasa pada Jumat 13 Maret 2026 di Sangatta.

Unjuk rasa ini disebut dengan Al-Quds. Seruan terhadap kebebasan rakyat Palestina dan seluruh bangsa tertindas di muka bumi, yang digelar setiap tahun tepat pada Jumat terakhir Ramadan.

Aksi unjuk rasa

Dalam demonstrasi tersebut, mereka mengutuk penjajahan yang dilakukan oleh Zionis Israel bersama Amerika Serikat terhadap bangsa yang terjajah, khususnya bangsa Palestina.

Terlebih lagi baru-baru ini Zionis Israel-Amerika menyerang negara berdaulat dan membunuh pemimpin Tertinggi (Rahbar) Republik Islam Iran, Ayatullah Ali Khamenei, beserta ratusan siswi turut korban dalam serangan bengis tersebut.

“Ini sudah sangat kelewatan. Kami mengutuk segala bentuk penjajahan. Mampus Amerika, mampus Israel, mampus Inggris,” ucap Koordinator Lapangan, Agus Kurniady, yang diikuti seruan para demonstran.

Pernyataan Sikap Aliansi

Aliansi menegaskan bahwa Al-Quds bukan sekadar isu satu kelompok, melainkan kompas moral bagi kemanusiaan dunia.

“Kami tidak akan berhenti bersuara hingga Palestina berdaulat dari sungai hingga laut, dari Tepi Barat hingga Gaza, dan dari Kiryat Shmona hingga Elat,” tegas Agus.

Melalui momentum Hari Al-Quds Internasional 2026 ini, pihaknya menyatakan sikap sebagai berikut:

Pertama, Menuntut penghentian segera pembersihan etnis (ethnic cleansing) di Gaza dan pencabutan segala bentuk blokade bantuan serta pembatasan ibadah di Masjid Al-Aqsa. Dunia tidak boleh diam melihat kelaparan dan pembantaian yang dijadikan senjata perang oleh entitas pendudukan untuk membantai sipil.

Kedua, Menolak keras rencana perluasan operasi militer di Jalur Gaza serta percepatan pembangunan permukiman ilegal di Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem) Timur yang bertujuan untuk menghapus identitas Palestina secara permanen.

Ketiga, Menegaskan kembali bahwa segala bentuk upaya normalisasi dengan otoritas pendudukan, termasuk melalui forum-forum internasional yang mengabaikan hak kemerdekaan Palestina, termasuk Board of Peace, hal ini adalah pengkhianatan terhadap nilai kemanusiaan dan keadilan.

Keempat, Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat solidaritas, baik melalui bantuan kemanusiaan, dukungan media digital, maupun gerakan boikot terhadap produk-produk yang terafiliasi dengan entitas pendudukan sebagai bentuk tekanan ekonomi yang nyata.

Kelima, Menyatakan solidaritas dan apresiasi setinggi tingginya kepada Republik Islam Iran yang secara konsisten menjaga api perjuangan Hari Al-Quds sejak dicetuskan oleh Imam Khomeini. Kami menganggap kekuatan solidaritas yang digalang oleh Iran adalah pilar penting bagi persatuan umat Islam dan kaum tertindas (Mustad’afin) di seluruh dunia.

Keenam, Mengutuk dengan sekeras-kerasnya agresi pengecut dan biadab yang dilakukan oleh Amerika Serikat yang telah menyebabkan gugurnya Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei. Tindakan ini bukan sekadar serangan terhadap satu tokoh atau satu negara, melainkan deklarasi perang terhadap seluruh umat Islam dan para pejuang kemerdekaan di seluruh dunia.

Ketujuh, Mengutuk eskalasi militer rezim Zionis dan sekutunya yang kini meluas secara brutal ke kedaulatan Lebanon dan Yaman. Kami menegaskan solidaritas penuh bagi rakyat Lebanon dan Yaman yang berdiri teguh sebagai benteng pembela Palestina; serangan terhadap mereka adalah serangan terhadap seluruh martabat umat Islam.

Kedelapan, Menegaskan bahwa Amerika Serikat adalah otak dan penyokong utama di balik setiap tetes darah yang tertumpah di Palestina, Iran, Lebanon, dan Yaman. Tanpa dukungan militer dan perlindungan politik dari Washington, israel tidak akan mampu melanjutkan kejahatan kemanusiaan ini.

Turut hadir dalam Aliansi Nasional anti Zionis (ANAZ) antara lain DPD Ahlul Bait Indonesia Kutai Timur, Muslimah Ahlul Bait Indonesia Kutai Timur, Majlis taklim ilmu Kutai Timur, KNPI, HMI dan Perhimpunan Tukang Nusantara.

Tampak dalam kegiatan tersebut mereka juga berbagi takjil untuk berbuka puasa. (Agung)

Koran Katakaltim

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu I April 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu IV Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu III Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025

Edisi Minggu II Maret 2025